Dijanjikan Kerja Ternyata Jadi PSK di Malaysia, Sandra Lapor Polisi. Dua Orang Diamankan

Merasa tertipu karena telah dijadikan PSK di luar negeri, Sandra Pratiwi (20) kembali ke Indonesia dengan perasaan marah

Dijanjikan Kerja Ternyata Jadi PSK di Malaysia, Sandra Lapor Polisi. Dua Orang Diamankan
Tribunnews
ilustrasi 

Laporan Tribun Batam, Eko Setiawan

TRIBUNBATAM.id BATAM - Merasa tertipu karena telah dijadikan PSK di luar negeri, Sandra Pratiwi (20) kembali ke Indonesia dengan perasaan marah dan harga dirinya seperti diinjak-injak.

Ia tidak menyangka, niat merantau ke Malaysia uyntuk menjadi TKW, malah menjadi mimpi buruk dalam hidupnya.

Sandra akhirnya berhasil kabur dari tempat maksiat itu setelah dipaksa melayani tiga lelaki hidung belang.

Baca: Butuh Pekerjaan, Sandra Ditawari Kerja di Singapura dan Malaysia. Sampai Sana Ternyata Jadi PSK

Baca: Sempat Tiga Hari Dipaksa Layani Hidung Belang di Malaysia, Sandra Akhirnya Kabur ke Batam

Baca: Heboh! Bayinya Sakit, Ibu Ini Masukkan Kentang ke Kaus Kaki Anaknya! Hasilnya Mengejutkan!

Sesampai di Batam, Sandra kemudian pulang ke rumahnya di Kompleks Niaga Anggrek Permai, Lubukbaja.

Rasa kesal terhadap dua orang yang merekrutnya, Sandra memberanikan diri melaporkan kasus ini ke polisi.

Ke dua orang yang dilaporkan itu bernama Susiyanti (25) dan Paestha Debora (25). 

Polisi pun langsung bergerak dan mengamankan ke dua wanita tersebut di kawasan Avava, Batuaji, Batam.

"Sepulang Dari Malaysia, korban membuat laporan polisi. Kita lidik dan amankan kedua pelaku di kawasan Avava Batuaji," sebut Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja Iptu Awal Syakban Harahap.  

Dari penangkapan ini, polisi menyita beberapa barang bukti, yakni satu buah paspor atas nama Sandra Pratiwi, empat unit ponsel dan satu lembar manifest bukti perjalanan korban dari Batam menuju Malaysia

"Tersangka kita jerat dengan pasal 81 junto pasal 83 undang-undang tentang perlindungan pekerja migran Indonesia dengan ancaman selama 10 tahun penjara," imbuhnya.

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help