Alasan Dua Pelajar SMK Ini Begal Taksi Online Bikin Orangtua Jengkel: Nunggak SPP

Dua tersangka penggorokan sopir transportasi online Go Car yaitu dua remaja inisial IDR dan dan IBR masih berusia 16 tahun

Alasan Dua Pelajar SMK Ini Begal Taksi Online Bikin Orangtua Jengkel: Nunggak SPP
Welcomia/Freepik.com
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, SEMARANG - Dua tersangka penggorokan sopir transportasi online Go Car yaitu dua remaja inisial IDR dan dan IBR masih berusia 16 tahun.

Mereka  mengaku tega melakukan pembegalan dan penggorokan korban dan mengambil mobil karena menunggak SPP di SMK Negeri di Kota Semarang.

Meski demikian, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji menyatakan masih mendalami motif dari pelaku.

Baca: Tahukah Anda? Penyebab Gempa Bumi yang Rusak Ratusan Rumah di Jawa Barat dan Banten

Baca: BREAKINGNEWS. Gempa Kembali Guncang Lebak-Banten. Kekuatannya 5,1 Skala Richter

Baca: Banyak yang Geram! Gadis Pelajar SMK Hamil di Luar Nikah. Begitu Lahir, Bayinya Ditusuk 11 Kali

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji gelar perkara terhadap kasus pembunuhan driver taksi online di di Mapolrestabes Semarang, Selasa 23/1). Dua pelaku pembegalan perampokan adalah pelajar SMK Negeri di Kota Semarang (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)
Kapolrestabes juga sudah mengundang orangtua kedua remaja yang masih duduk di bangku SMK tersebut. Dua tersangka adalah pelajar kelas X di SMK Negeri di Kota Semarang. Dua pelaku adalah tema sekelas.

Hal itu juga tercermin saat keduanya ditanyai siapa yang melakukan eksekusi terhadap sopir online. IDR dan IBR saling tunjuk meski diintrogasi di ruang terpisah.

Dari hasil pemeriksaan diketahui pelaku melakukan order pada hari Sabtu (20/1) pukul 20.00 dari rumah IBR di daerah Lemah Gempal, Semarang Selatan. Keduanya pesan taksi online dengan tujuan Sambiroto, Tembalang.

"Sesampai di depan Citra Grand mereka eksekusi, satu duduk di samping sopir, satu di belakang, yang di depan bertugas mengajak ngobrol, yang belakang eksekusi," imbuh pria yang akrab disapa Abi tersebut.

Ia menjelaskan posisi korban tidak bisa berbuat banyak dan melakukan perlawanan karena sedang menggunakan safety belt dan konsentrasi mengemudi. (Rival Almanaf | Tribun Jateng)

Editor: nandarson
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help