Sidang Kasus UT Natuna! Ini Tuntutan Jaksa Kejati Kepri!

Terdakwa menggunakan baju batik didampingi pengacaranya terlihat cukup tenang mendengar tuntutan tersebut

Sidang Kasus UT Natuna! Ini Tuntutan Jaksa Kejati Kepri!
tribunbatam/wahib waffa
Terdakwa M Yunus ‎bersama pengacaranya usai menjalani persidangan agenda tuntutan 

TRIBUNBATAM.Id, TANJUNGPINANG-Kejati Kepri memberikan tuntutan kepada terdakwa tunggal Muhammad Yunus kasus korupsi Universitas Terbuka (UT) cabang Natuna dengan kurungan penjara 2 tahun.

Baca: Terbongkar! Di Balik Nama Legendaris Gang Dolly di Surabaya! Mengejutkan Inilah Dolly Sebenarnya!

Baca: Inilah Kisah Cinta Soeharto di Masa Muda! Terungkap Beginilah Caranya Menaksir Ibu Tien!

Terdakwa selaku ketua Kelompok kerja UT Natuna sesuai fakta persidangan terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Selain itu juga Jaksa Penuntut Umum (JPU) melihat bahwa Terdakwa terbukti menggunakan uang hasil korupsi untuk kepentingan pribadi. Sehingga ia harus dikenakan uang pengganti sebanyak 1,1 miliar.

Terdakwa dikenakan Pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 Jo UU RI nommor 20 tahun 2001 tentan Pemberantasan tindak pidana Korupsi.

"Berdasarkan fakta persidangan dan keterangan para saksi, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Meminta kepada majelis hakim untuk memberikan hukuman selama 2 tahun penjara," ujar JPU Kejati Kepri Alinaex SH saat membacakan tuntutan di PN Tipikor Tanjungpinang, Selasa (23/1/2018) malam.

Muhammad Yunus juga dikenakan denda sebanyak 50 juta atau kurungan penjara 3 tahun. Dalam pelaksanaan proyek pengadaan yang dilaksanakan saat itu, sebanyak 1,4 miliar dianggarkan dari APBD. Dalam persidangan, jaksa menilai terdakwa terbukti menerima atau menggunakan uang hasil korupsi untuk kepentingan pribadi.

Sehingga JPU menerapkan pasal 3 dengan uang pengganti sebanyak 1,1 miliar. "Terdakwa dikenakan uang pengganti senilai 1,1 miliar atau hukuman penjara 1 tahun penjara," ujarnya lagi.

‎Sementara terdakwa menggunakan baju batik didampingi pengacaranya terlihat cukup tenang mendengar tuntutan tersebut. Hakim ketua Santonius Tambunan didampingi hakim anggota Iriaty khoirul Umah dan Yon Efri pun melanjutkan sidang pekan depan dengan agenda Pledoi.

Sebelumnya, ia menjalani persidangan atas kasus korupsi dana hibah dari APBD kabupaten Natuna untuk kegiatan UT cabang natuna dengan anggaran dana 1,4 miliar. Dana digunakan tidak sesuai keperuntukanya. ‎Selain itu juga tidak ada Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang dibuat oleh Mumhammad Yunus selaku ketua Pokja. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help