Dana Bergulir Rp 6,5 Miliar Tak Jelas Juntrungannya, DPRD Akui Sulit Dikembalikan. Ini Sebabnya

Sulit menentukan siapa yang bersalah dalam hal ini. Menurut saya, bagaimanapun caranya, anggaran ini tak mungkin dikembalikan lagi

Dana Bergulir Rp 6,5 Miliar Tak Jelas Juntrungannya, DPRD Akui Sulit Dikembalikan. Ini Sebabnya
tribunbatam/thom limahekin
Suasana sosialisasi dana bergulir Dinas UKM Kepri 

Laporan Tribun Batam, Roma Uly Sianturi

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wakil Ketua Komisi II DPRD Batam, Sallon Simatupang mengatakan penyaluran dana bergulir selama ini memiliki banyak masalah.

Sebagian alamat penerima dana bergulir tersebut tidak ditemukan lagi. 

"Kali pertama itu diluncurkan tahun 2011. Saat itu aturan main untuk si penerima pinjaman terlalu longgar," ujar Sallon, Kamis (25/1/2018).

Sejak program ini diluncurkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, UKM, dan Pasar (dulu bernama Dinas UKM dan Koperasi(, ada Rp 6,5 miliar yang tidak kembali lagi ke kas daerah.

Karena sudah terlalu lama, tentu akan sangat sulit untuk mengembalikan dana tersebut.

Ia menambahkan, penerima bantuan dana bergulir tersebut adalah warga Batam. Awalnya nama dan alamatnya ada, namun kemudian hilang dan saat ini sudah tidak bisa diverifikasi lagi.

"Sulit menentukan siapa yang bersalah dalam hal ini. Menurut saya, bagaimanapun caranya, anggaran ini tak mungkin dikembalikan lagi," imbuhnya.

Sementara itu jika dilakukan pemutihan, baru bisa dilakukan setelah persetujuan dari DPRD, Pemko, BPK, dan Gubernur.

Kalau itu belum mendapat persetujuan, maka dana bergulir ini akan tetap menjadi temuan BPK.

"Mana bisa hanya pemutihan begitu saja. Inikan menyangkut uang negara. Ada aturannya," katanya.

Kendati demikian, Sallon setuju jika dilakukan pemutihan agar tidak menjadi catatan hitam terus dari BPK.

Tetapui, hal itu tentu saja harus melalui verifikasi dan ada berita acaranya. Misalnya pemerima meninggal dunia atau pindah domisili.

Begitu juga para penerima yang tidak mengembalikan dana bergulir ini, jika hendak diputihkan juga harus ada ferivikasinya yang jelas.

"Siapa orang dan alamatnya dimana harus jelas dan dibuat berita acaranya kalau tidak ada," ujarnya mengakhiri. 

Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved