Tahukah Anda, Kenapa Gempa Banten Bisa Mencapai 6,1 Skala Richter? Ini Penjelasan BMKG

"Zona gempa selatan Jawa sangat aktif sehingga pesisir selatan jawa sangat rawan gempa dan tsunami,” kata Daryono

Tahukah Anda, Kenapa Gempa Banten Bisa Mencapai 6,1 Skala Richter? Ini Penjelasan BMKG
Tanda bintang sebagai titik gempa di Banten, Selasa lalu 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Indonesia menjadi daerah yang memiliki potensi bencana yang tinggi yang dapat terjadi di sejumlah wilayah.

Negara kepulauan ini dilalui pertemuan tiga lempeng tektonik, yakni lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

Kemarin, Selasa (23/1/2018), gempa bumi berkekuatan 6,1 magnitudo terjadi pada pukul 13.53 WIB.

Baca: Mengejutkan! Ular Sanca Keluar dari Toilet Kantor Dinsos Tangerang Saat Gempa! Pertanda Apa?

Guncangannya dirasakan di sejumlah tempat seperti Provinsi DKI Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor, Bandung, Lampung, dan Bantul.

Gempa tektonik itu terjadi di laut, yakni 67 kilometer arah barat daya Kota Bojong Haur, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, atau pada 7,23 Lintang Selatan dan 105,9 Bujur Timur.

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Daryono mengatakan, gempa dipicu patahan dalam lempeng oseanik Indo-Australia yang tersubduksi di bawah lempeng Eurasia.

Baca: Tahukah Anda? Penyebab Gempa Bumi yang Rusak Ratusan Rumah di Jawa Barat dan Banten

“Lempeng Indo-Australia menyusup ke bawah Pulau Jawa dengan kecepatan 6-7 centimeter per tahun.

Zona gempa selatan Jawa sangat aktif sehingga pesisir selatan jawa sangat rawan gempa dan tsunami,” kata Daryono melalui pesan singkat, Rabu (24/1/2018).

Halaman
12
Tags
gempa
BMKG
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved