280 Pengungsi Dipindahkan ke Hermes Hotel, Tangannya Pegang Segepok Uang Rp 50 Ribuan!

Beberapa di tangan mereka tergepok uang pecahan Rp 50 ribu rupiah diperlihatkan kepada petugas IOM

280 Pengungsi Dipindahkan ke Hermes Hotel, Tangannya Pegang Segepok Uang Rp 50 Ribuan!
tribunbatam/aminnudin
Petugas IOM saat mengecek dan mendata ulang imigran pengungsidi Hermes Hotel, Senin (29/1/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN-Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang memindahkan ratusan imigran dari Rudenim pusat Tanjungpinang ke Hotel Hermes Agro, Senin (29/1/2018).

Tahap I, Rudenim memindahkan 100 orang imigran. Selasa, tahap II juga dipindahkan 100 orang dan tahap III akan dipindahkan 80 orang.

"Total 280 orang pengungsi yang dipindahkan sampai tahap III,"kata Agung Astrawinata, Kabid Penempatan Pengamanan Pemulangan dan Pendeportasian Rudenim Tanjungpinang, di Hotel Hermes.

Baca: Awalnya Takut Dekati Bu Tien! Terungkap Inilah Alasan Soeharto Nekat Menaksir Bu Tien!

Baca: Inilah 10 Orang Terkaya Dunia Sepanjang Masa! Kekayaan Mansa Musa Paling Fenomenal!

Pantauan Tribun, 100 imigran tahap I yang dipindahkan ke Hotel Hermes diantarkan dengan menggunakan armada bus. Mereka mulai tiba di Hermes pada sekitar pukul 08.00 WIB.

Mereka tiba lengkap dengan sejumlah peralatan koper disertai pakaian rapi. Beberapa di tangan mereka tergepok uang pecahan Rp 50 ribu rupiah yang langsung diperlihatkan kepada petugas International Organization for Migration (IOM) saat sesi pengecekan nama.

 Agung menegaskan, imigran yang mereka pindahkan ke Hotel Hermes yang sudah berstatus resmi pengungsi. Dibuktikan dengan kartu yang dikeluarkan Komisi Tinggi PBB untuk urusan Pengungsi (UNHCL).

"Pemindahan ke sini (Bintan), implementasi dari Perpres 125 Tahun 2016,"kata Agung.

Diantara 280 pengungsi asing, WNA Afghanistan mendominasi.

Disusul Somalia, Sudan, Irak, hingga Yaman.

Agung menyatakan, waktu tinggal pengungsi WNA di Bintan belum bisa dijelaskan secara pasti. Sebab wewenang soal lama tinggal tergantung negara ke tiga yang menjadi tujuan

pengungsi meninggalkan negara asal dan badan yang mengurusi imigran dalam hal ini IOM dan UNHCL. "Kalau kami (Rudenim) dalam rangka pengawasannya saja,"kata Agung. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help