Saat Ditangkap, Buron Kejari Lampung Terlibat Kasus Mesin Pembuat Es. Ini Detailnya!

LW terlibat kasus korupsi penjualan mesin pembuat es rakitan kepada kontraktor CV Jupiter, pemenang tender pembangunan Pabrik Es

Saat Ditangkap, Buron Kejari Lampung Terlibat Kasus Mesin Pembuat Es. Ini Detailnya!
tribunbatam/leo halawa
Petugas mengawal terpidana kasus di Lampung sekaligus buron Kejari Lampung, Selasa (30/1/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Setelah mendapat informasi adanya Terpidana kasus Tindak Pidana Korupsi yang masuk dalam DPO Kejari Bandar Lampung, Satintelkam Polresta Barelang langsung bergerak Cepat.

Tak heran, Terpidana ini diamankan dikawasan Nagoya Hill disalah satu restoran cepat saji. Dari pengakuanya kepada pihak kepolsiian dia tidak memenuhi panggilam pihak Kejari Bandar Lampung Lantaran tidak tahu kalau dia sudah ditetapkan sebagai DPO.

Baca: Terungkap! Banyak Anggota Tjakrabirawa Kabur ke Thailand Jadi Biksu-Petani! Mengejutkan Alasannya!

Baca: Tarik Uang di ATM Tak Keluar Duitnya? Waspadalah Anda Korban Modus Kejahatan Baru Ini

Baca: Buron Kejari Lampung Tertangkap di Batam, Hendak ke Malaysia Pakai Paspor Palsu!  

Baca: Heboh! Harga Saham Meroket, Dalam Sekejap Kekayaan 10 Konglomerat Indonesia Ini Menggunung!

“Terduga DPO ini mengaku tidak tahu jika dicari dan dia merasa tidak bersalah sehingga tidak memenuhi surat panggilan Kejaksaan Bandar Lampung.” jelas Kompol Irham Halid.

Dalam pemeriksaan selanjutnya, Polisi juga menemukan dokumen yang telah dimiliki LW antara lain KTP, Foto Copy KK, Akte lahir, Surat Kewarga Negaraan dan Paspor an. Tian Liong yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Jakarta yang tersimpan di kamar nomor 510 Hotel Aston Pelita Lubuk Baja tempatnya menginap.

Barang bukti yang diamankan kepolisian saat ini yaitu 1 unit Handphone merk Oppo warna Gold, 1 unit Handphone merk Samsung duos warna hitam, dan 1 buah dokumen Paspor RI.

LW terlibat kasus korupsi penjualan mesin pembuat es rakitan kepada kontraktor CV. Jupiter yang merupakan pemenang tender pembangunan Pabrik Es milik pemerintah di Bandar Lampung dengan nilai kurang lebih Rp 800 juta.

“LW diduga merugikan pembangunan pabrik es milik Departemen Kelautan dan Perikanan di Bandar Lampung senilai kurang lebih Rp 800 juta. Saat ini kami berkoordinasi dengan Kejari Batam untuk serah terima tersangka.” sebut Irham lagi. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved