TribunBatam/

Heboh Aturan Baru di Kampus Australia. Tidak Boleh Mencium Lawan Jenis Sebelum Ada Kata ''Ya''

Sebuah aturan baru yang diterapkan oleh sebuah universitas ternama terhadap mahasiswanya membuat heboh dan menjadi olok-olok.

Heboh Aturan Baru di Kampus Australia. Tidak Boleh Mencium Lawan Jenis Sebelum Ada Kata ''Ya''
KOMPAS.com
ilustrasi pasangan 

TRIBUNBATAM.ID, SYDNEY - Sebuah aturan baru yang diterapkan oleh sebuah universitas ternama terhadap mahasiswanya membuat heboh dan menjadi olok-olok.

Aturan baru tersebut dirilkis oleh Sydney University terkait hubungan antarmahasiswa dalam berpacaran.

Dalam aturan itu, seseorang baru boleh mencium lawan jenisnya setelah mendapatkan jawaban "ya".

Aturan ini diluncuran berkaitan dengan isu pelecehan seksual yang saat ini mendunia dengan kampanye global #MeToo.

Bahkan, kampus itu menggelar sosialisasi dan pelatihan terhadap mahasiswa, Selasa (30/1/2018) dan menimbulkan reaksi keras di lingkungan kampus tersebut.

"Jika seseorang tidak menjawab "ya" terkait pertanyaan tentang aktivitas seksual, Anda tidak boleh melakukannya," jelas universitas tersebut kepada mahasiswa.

Kursus bernama "Consent Matters" ini dikembangkan oleh Epigeum yang berbasis di London, menggunakan tongkat untuk mengajari mahasiswa tentang bagaimana meminta persetujuan dan bagaimana mengidentifikasi situasi dan kondisi lawan jenis.

Aktivitas seksual termasuk mencium dan menyentuh.

Aturan ini mendapat ejekan para mahasiswa karena dinilai terlalu berlebihan.

"Ini agak tidak realistis. Mana mungkin seseorang harus mengeja dulu untuk mencium pasangannya," kata mahasiswa Eleni Vellios seperti dilansir Daily Telegraph.

Halaman
12
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help