Pengelola Bus Bantah Rem Blong Penyebab Kecelakaan di Simpang Lagoi: Hanya Akalan Sopir

Remnya berfungsi baik. Bisa dicek kalau nggak percaya. Mobilnya ada di Polres. Pedal atau injakan remnya bagus, nggak ada yang blong

Pengelola Bus Bantah Rem Blong Penyebab Kecelakaan di Simpang Lagoi: Hanya Akalan Sopir
Siswa sekolah dasar mendapat perawatan di klinik Lagoi setelah bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan, Selasa (30/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Batam Aminuddin

TRIBUNBATAM.ID, BINTAN – Unsur rem blong sebagai penyebab insiden kecelakaan lalulintas bus sekolah di  Simpang Lagoi, Selasa (30/1/2018), ditampik keras oleh perusahaan bus.

Hal itu disampaikan Samsudin, juru bicara PT Aneka Jaya Kijang, perusahaan pengelola armada bus antar jemput sekolah sewaan Disdik Bintan.

"Disebut ada rem blong itu tidak benar," tegas Samsudin.

Setelah kejadian, pihaknya langusung ke lokasi dan melakukan pengecekan bersama instansi terkait.

Baik itu dari kepolisian yang saat itu ada di lokasi, Dinas Perhubungan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan.

"Remnya berfungsi baik. Bisa dicek kalau nggak percaya. Mobilnya ada di Polres. Pedal atau injakan remnya bagus, nggak ada yang blong," kata dia.

Samsudin menegaskan, rem dan peralatan lain yang ada di bus selalu dirawat dan dicek berkala oleh perusahaan.

Bahwa ada keterangan polisi yang menyebut rem blong saat dikemudikan bus saat insiden, menurut Samsudin itu keterangan yang bersifat sementara.

Keterangan tersebut bersumber dari supir bus saat kejadian.

Supir dalam hal ini juga tentu hendak menghindar dari unsur kelalaian atau human eror.

"Itu akal-akalan saja karena supir yang mengemudikan itu bukan merupakan karwayan kami. Pengemudi sebenarnya pada hari itu tidak bisa masuk kerja lantaran anaknya sakit dan kunci dititipkan kepada dia. Biar polisi yang bekerja melakukan penyelidikan, kita tunggu saja hasilnya," ujar pria yang sering disapa Sam itu.

Sam melanjutkan, saat ini pihaknya sebagai pengelola bus sekolah sedang fokus pada pengobatan dan penyembuhan para korban penumpang yang merupakan para pelajar.

"Ada satu penumpang yang parah, namanya  Putri usia 10 tahun. Kami masih memastikan apakah korban mengalami patah tulang atau tidak karena hari ini perlu dirontgen. Fokus kami ke pengobatan para penumpang dulu, kami sebagai pihak pengelola belum dimintai keterangan oleh pihak kepolisian," kata Samsudin. 

Penulis: Aminnudin
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help