BIADAB! Bayi 8 Bulan Diperkosa, Aktivis Gelar Demo 30 Hari, Desak Pengadilan Hukum Mati Pelaku

Kasus pemerkosaan kembali menggemparkan India. Kali ini korbannya justru seorang bayi yang masih berusia delapan bulan.

BIADAB! Bayi 8 Bulan Diperkosa, Aktivis Gelar Demo 30 Hari, Desak Pengadilan Hukum Mati Pelaku
AFP
Para aktivis menggelar unjuk rasa mendesak pelaksanaan hukum yang lebih berat terhadap pelaku pemerkosaan di India, negara denga kasus pemerkosaan tertinggi di dunia. 

"Orang-orang muak dengan sistem, mereka merasa tidak ada harapan. Mereka tidak tahu bagaimana mengekspresikan kemarahan mereka lagi," kata Maliwal.

"Saya akan berjuang siang dan malam untuk memastikan lingkungan yang lebih aman bagi wanita dan untuk memaksa pemerintah mendengarkan tuntutan hukuman mati, setidaknya untuk semua pemerkosa anak-anak."

Maliwal mengatakan, hambatan dalam menyampaikan keadilan merupakan alasan utama mengapa tingginya tingkat kekerasan seksual terhadap perempuan di negara itu.

Menurut dia, tidak ada cara lain untuk menciptakan pencegahan di masyarakat karena saat ini tidak ada rasa takut pelaku terhadap hukum.

Banyak pelaku merasa di atas angin karena ada perilaku budaya di India yang menganggap korban perkosaan adalah aib dan mereka merasa malu untuk melaporkan.

Di sisi lain, aparat hukum juga dinilai lamban mengusut kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual jika tidak ada laporan atau pengaduan, meskipun mereka mengetahuinya.

India memiliki catatan mengerikan tentang kejahatan seksual terhadap perempuan, dengan hampir 39.000 kasus perkosaan pada tahun 2016, menurut data pemerintah.

Sebuah Komite PBB untuk Hak Anak pada tahun 2014 mengatakan, satu dari tiga korban pemerkosaan di India berusia di bawah umur.

Hampir 11.000 kasus perkosaan anak dilaporkan terjadi di India pada tahun 2015, menurut data National Crime Records Bureau terbaru.

Dikatakan, tiga anak diperkosa setiap hari di Delhi saja.

pemerintah India sebenarnya sudah memperketat aturan tahun 2012 setelah ribuan demonstran turun ke jalan-jalan di ibukota, pasca pemerkosaan sebuah kelompok terhadap seorang remaja.

Pemerintah kemudian meluncurkan pengadilan jalur cepat untuk menyelesaikan banyaknya tunggakan kasus, namun pelaksanaannya tidak merata.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help