Di Hadapan Para Menteri, Suara Presiden Meninggi: Kalau Stan Dekat Kamar Kecil Gak Usah Ikut Pameran

Suara Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninggi saat membuka rapat kerja (raker) Kementerian Perdagangan Tahun 2018 di Istana Negara, Jakarta.

Di Hadapan Para Menteri, Suara Presiden Meninggi: Kalau Stan Dekat Kamar Kecil Gak Usah Ikut Pameran
KOMPAS.com/Fabian J. Kuwado
Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat acara penyerahan DIPA Tahun 2018 kepada menteri/pimpinan lembaga negara dan gubernur se-Indonesia di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017). (KOMPAS.com/Fabian J. Kuwado) 

Ditegaskan, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang telah dijalankan seharusnya menemukan pasar-pasar baru bagi Indonesia untuk ekspor dan mampu mengatasi kendala yang dihadapi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Kita terlalu monoton ngurus pasar-pasar tradisional (negara yang sudah dilakukan ekspor), sudah bertahun-tahun kita ditinggal negara lain yang mulai mengintervensi pasar-pasar baru, kita tidak pernah menengok Pakistan penduduknya 207 juta, dibiarkan tidak kita urus," ujar Jokowi.

Selain Pakiskan, Jokowi juga melihat Bangladesh merupakan negara yang potensial untuk masukan produk-produk dalam negeri, karena memiliki penduduk 160 juta jiwa.

"Bahkan kemarin ada Expo di Bangladesh, kita tidak ikut, semua negara ikut, kesalahan-kesalahan seperti ini yang rutin kita ulang-ulang dan tidak pernah kita perbaiki," ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI tersebut pun mengancam akan menutup ITPC jika terus-menerus tidak memperluas tujuan negara ekspor, karena negara sudah mengeluarkan dana yang tidak sedikit.

"Apa mau kita teruskan (ITPC), kalau saya tidak. Saya lihat tidak ada manfaat ya saya tutup, negara keluar biaya untuk itu, keluar duit yang tidak kecil, banyak. Oleh sebab itu, setelah pembukaan (Raker) hari ini, Pak Menteri (Mendag) tolong secara detail dievaluasi, dikoreksi, apa yang salah, apa yang harus dilakukan," ujar Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga meminta semua anggaran di semua kementerian untuk pemasaran atau pameran produk Indonesia di luar negeri dijadikan satu, untuk meningkatkan citra dan ketertarikan pelanggan.

Baca: Walau Afganistan Sedang Panen Serangan Bom, Presiden Jokowi Tetap Ogah Pakai Anti-Peluru

Baca: CERITA Tegang Jokowi ke Afganistan, Selimut Pesawat Jadi Syal hingga Komandan Paspampres Bersujud

"Jangan semua kementerian pameran, anggarannya tuh kecil-kecil munculnya. Sehingga kalau pameran itu buatlah yang segede-gedenya, sehingga image baik. Kalau anggaran kecil-kecil di setiap kementerian, pameran diluar negeri? hanya satu stand, dua stand kita mau pameran maunya menampilkan tetapi image kita jatuh," tutur Jokowi.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved