Di Hadapan Para Menteri, Suara Presiden Meninggi: Kalau Stan Dekat Kamar Kecil Gak Usah Ikut Pameran

Suara Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninggi saat membuka rapat kerja (raker) Kementerian Perdagangan Tahun 2018 di Istana Negara, Jakarta.

Di Hadapan Para Menteri, Suara Presiden Meninggi: Kalau Stan Dekat Kamar Kecil Gak Usah Ikut Pameran
KOMPAS.com/Fabian J. Kuwado
Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat acara penyerahan DIPA Tahun 2018 kepada menteri/pimpinan lembaga negara dan gubernur se-Indonesia di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017). (KOMPAS.com/Fabian J. Kuwado) 

Jokowi pun meminta, stand yang didirikan harus di tempat-tempat yang strategis, bukan di lokasi yang dekat dengan kamar kecil atau di bagian belakang, karena hal tersebut tidak ada manfaatnya.

"Kalau mau ikut pameran di depan gerbang, itu image kita langsung naik, kalau enggak, malu. Coba lihat terakhir pameran di Dubai, saya dapat suara-suara (tidak enak), malu kita. Jangan sampai pameran, pesan juga terlambat stannya. Jadi kita dapat stan di dekat kamar kecil, di belakang, enggak ada gunanya, enggak usah ikut," ucap Jokwi.

Untuk mendapatkan lokasi pendirian stand yang strategis seperti deket pintu utama atau gerbang masuk, kata Jokowi, diperlukan langkah cepat dengan mendaftarkan diri ke panitia acara jauh-jauh hari sebelum dilaksanakannya pameran.

"Buat yang gede, deket pintu gerbang, pesen dua tahun, tiga tahun sebelumnya (pemeran dimulai). Inilah kekeliruan yang puluhan tahun terulang dan saya gak mau diteruskan seperti ini (buat stand kecil dan tidak di tempat strategis)," papar Jokowi.

Menanggapi pernyataan Jokowi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku setuju dengan usulan penyatuan anggaran pemasaran produk Indonesia disetiap kementerian dijadikan satu.

"Saya setuju, itu harus terkoordinasi antar kementerian dan lembaga. Pariwisata bikin stand, kita bikin stand, satu-satu, kecil-kecil, dan beliau (Presiden) dan sebenarnya beberapa kali sudah disampaikan agar dikoordinasikan, sekarang ditegor semuanya," papar Enggar. (tribun/seno tri sulistiyono)

Editor: Sri Murni
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved