Kejar Target 6 Kursi DPRD, Golkar Pinang Bukan Kesempatan Non Kader Nyaleg! Ingin Coba?

Golkar memberikan 10 persen untuk tokoh-tokoh popularitas dan elektabilitasnya tinggi bergabung dalam Pencalegan

Kejar Target 6 Kursi DPRD, Golkar Pinang Bukan Kesempatan Non Kader Nyaleg! Ingin Coba?
TRIBUNBATAM/M IKHWAN
Ketua Partai Golkar Tanjungpinang 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Tanjungpinang Ade Angga mengatakan, target Partai Golkar pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang yakni menjadi partai pemenang.

Baca: Terungkap! Banyak Anggota Tjakrabirawa Kabur ke Thailand Jadi Biksu-Petani! Mengejutkan Alasannya!

Baca: Terungkap! Selain Suku Jawa, 3 Negara Ini Pakai Bahasa Jawa Bahasa Sehari-hari! Nomor 1-2 Keren!

Baca: Inilah Kisah Cinta Soeharto di Masa Muda! Terungkap Beginilah Caranya Menaksir Ibu Tien!

Baca: Heboh! Harga Saham Meroket, Dalam Sekejap Kekayaan 10 Konglomerat Indonesia Ini Menggunung!

Baca: Tarik Uang di ATM Tak Keluar Duitnya? Waspadalah Anda Korban Modus Kejahatan Baru Ini

Hal tersebut tidak begitu sulit. Karena pada Pemilu sebelumnya Golkar merupakan partai terbesar kedua di Kota Tanjungpinang setelah PDIP.

Menurutnya, pada Pemilu 2019 Partai Golkar mematok minimal meraih enam kursi di DPRD Kota Tanjungpinang. Hal tersebut tidaklah berat dan sangat rasional serta terukur.

Karena, menurut Ade, saat ini partai Golkar memiliki empat kursi di DPRD Kota Tanjungpinang. Pada Pemilu 2019 mendatang, dia menargetkan Golkar harus mampu menambah dua. Dua kursi tersebut difokuskan di wilayah daerah pemilihan (Dapil) Tanjungpinang Timur.

"Ini rasional. Di Dapil Tanjungpinang Timur kita targetkan bisa mendapatkan tambahan dua kursi DPRD. Karena juga ada penambahan jumlah kursi di Dapil Timur. Jadi target kita enam kursi," katanya, Kamis (1/2/2018).

Selain mengandalkan kader-kader partai untuk mencalonkan diri sebagai anggota parlemen, Golkar juga memberikan ruang sekitar 10 persen untuk tokoh-tokoh atau orang yang memiliki popularitas dan elektabilitasnya tinggi di tengah masyarakat untuk bergabung dalam Pencalegan bersama partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Jadi kita beri tempat. Tidak mesti harus kader semua yang maju, karena ada 10 persen untuk mereka tokoh atau orang yang populer untuk bergabung mencalonkan diri sebagai anggota legislatif bersama Golkar," katanya. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help