Marak Temuan Barang Kedaluwarsa, Pemda Anambas Janji Bentuk Tim Terpadu Siapkan Sanksi!

Dalam waktu dekat ini, akan dibentuk tim ‎terpadu. Untuk kewenangan dalam hal pengawasan produk, memang berada di provinsi

Marak Temuan Barang Kedaluwarsa, Pemda Anambas Janji Bentuk Tim Terpadu Siapkan Sanksi!
Ist
Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Jasril Jamal saat berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi Kepri. Pembentukan tim terpadu untuk melakukan pengawasan produk kedaluwarsa, bakal dibentuk dalam waktu dekat. 

TRIBUNBATM.id, ANAMBAS-Fenomena temuan aneka produk kedaluwarsa pada sejumlah toko di Anambas sampai ke telinga Disperindag Provinsi Kepri. Bertemu dengan sekretaris dan kepala bidang di OPD tersebut, anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Jasril Jamal mengatakan akan ada tim terpadu yang dibentuk untuk melakukan pengawasan terhadap aneka produk itu.

Baca: Banyak Pengacara Hartanya Miliaran! Berapa Sebenarnya Pendapatan Pengacara di Indonesia?

Baca: Terungkap! Banyak Anggota Tjakrabirawa Kabur ke Thailand Jadi Biksu-Petani! Mengejutkan Alasannya!

Baca: Inilah Kisah Cinta Soeharto di Masa Muda! Terungkap Beginilah Caranya Menaksir Ibu Tien!

Baca: Tarik Uang di ATM Tak Keluar Duitnya? Waspadalah Anda Korban Modus Kejahatan Baru Ini

Baca: Terungkap! Selain Suku Jawa, 3 Negara Ini Pakai Bahasa Jawa Bahasa Sehari-hari! Nomor 1-2 Keren!

"Dalam waktu dekat ini, akan dibentuk tim ‎terpadu. Untuk kewenangan dalam hal pengawasan produk, memang berada di provinsi. Sesuai dengan pelimpahan sebagian kewenangan dari daerah ke provinsi itu," ujarnya saat menghubungi melalui sambungan seluler Kamis (1/2/2018).

Pembentukan tim terpadu pun, nantinya akan melibatkan Pemerintah Daerah‎, BPOM dan unsur aparat penegak hukum selain dari Disperindag Provinsi. Jasril yang menemui perwakilan Disperindag Provinsi pada Rabu (31/1) kemarin mengatakan, terdapat alternatif lain yang diberikan untuk mengatasi barang kedaluwarsa pada sejumlah toko di Anambas. Alternatif yang ditawarkan itu, salahsatunya dengan mencabut izin usaha dari toko yang bersangkutan.

"Alternatif yang ditawarkan seperti itu. Kalau satu kali, dua kali, tiga kali masih kedapatan juga toko tersebut menjual produk yang telah melewati masa kedaluwarsa, maka langkah tegas bisa diambil dengan mencabut izin usahanya," ungkapnya.

Jasril pun akan melihat perkembangan dan kinerja dari tim terpadu itu. Ia pun menjawab diplomatis ketika disinggung pembentukan tim terpadu yang cenderung kurang efektif mengingat rentang kendali dan geografis antara ibukota provinsi dan Anambas. "Kita lihat saja nanti hasil keputusannya seperti apa. Yang jelas, dalam waktu dekat ini mereka akan turun," bebernya.

Sebelum berkoordinasi ke Disperindag Provinsi Kepri, Jasril bersama OPD di kabupaten, sempat mendatangi kantor BPOM di Batam. Pihak BPOM diakui Jasril terkejut ketika mendengar temuan tim saat melakukan sidak ke sejumlah toko menemukan banyak aneka produk kedaluwarsa, namun masih terpajang di toko.

"Kami sampaikan hasil temuan kami. Di Palmatak saja, hampir dua pick up. Produknya macam-macam, mulai dari makanan, shampo, sampai ke kosmetik," ungkapnya.

Minimnya pengetahuan masyarakat akan barang kedaluwarsa‎, yang cukup dikhawatirkannya. Seruan dan imbauan kepada masyarakat Anambas pun, diakuinya terus dilakukan agar aneka produk kedaluwarsa tersebut, tidak sampai dikonsumsi oleh masyarakat.

"Yang kita khawatir kan ke sana arahnya. Mohon maaf, kadang ada juga orang-orang tua kita kurang paham baca tulis, kemudian main beli saja. Waktu di BPOM, saya juga sampaikan. Mohon toko yang ada di kabupaten/kota lain juga menjadi perhatian. Karena, masyarakat Anambas mayoritas belinya ya dari luar. Jangan sampai barang sudah dekat waktu kedaluwarsa, tapi masih dijual," ungkapnya. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved