Ditpolairud Amankan 7.122 Botol Miras, Diselundupkan ke Batam dari Singapura. Siapa Tokenya?

Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri berhasil mengamankan 7.122 botol miras berbagai merek di jembatan 6 Barelang

Ditpolairud Amankan 7.122 Botol Miras, Diselundupkan ke Batam dari Singapura. Siapa Tokenya?
Sebanyak 7.122 botol minuman keras berbagai merek yang diamankan Ditpolairud Polda Kepri di jembatan 6, Pulau Galang, Batam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri berhasil mengamankan 7.122 botol miras berbagai merek di jembatan 6 Barelang, Senin (29/1/2018) lalu.

"Totak miras yang kita amankan sebanyak 7.122 botol. Satu orang tersangka juga diamankan dalam penangkapan tersebut," kata Direktur Ditpolairud Polda Kepri Kombes Teddy J.S Marbun dalam ekspos yang berlangsung di Markas Ditpolairud Polda Kepri, Jumat (2/2/2018) malam.

Teddy mengatakan, awalnya anggota Gankum Ditpolaorud Polda Kepri curiga dengan mobil Toyota Hiace BP 8109 ZG yang dikemudikan Sugiarto Eko Purnomo (39).

Saat diperiksa ditemukan 125 karton yang berisikan miras.

"Selanjutnya kita lakukan pemeriksaan. Sopir mobil tersebut mengaku ada lagi miras yang disimpan disebuah pondok di bukit daerah jembatan 6 Barelang," kata teddy.

Polisi langhsung melakukan pengembangan dan menemukan 471 karton lagi berisi miras.

Selanjutnya barang bukti itu langaung di bawa ke Markas Dipolairud Polda Kepri di Sekupang.

Teddy menjelaskan, setelah dilakukan pengecekan dan penghitungan kembali, 596 karton yang diamankan berisi 7.122 botol miras.

Merek miras yang diamankan antara lain Black Label, Countro, Bacardi, Civas, Red Label, Martin, Carlo Rosi dan minuman lain.

"Dari keterangan tersangka, miras tersebut berasal dari Singapura dan diseludupkan ke Batam dengan menggunakan speed boat bermesin tempel 5 unit," katanya.

Hanya saja, belum diungkap siapa pemilik miras tersebut.

Terkait pemilik miras, Teddy mengatakan masih dalam penyelidikan.

"Kasus ini akan kita limpahkan ke Bea dan Cukai (BC). Karena masuk dalam kepabenan dan dalam waktu dekat kasusnya akan dilimpahkan," katanya. 

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help