Mellennial

Main Mobile Legend, Game Hemat Kuota dan Bisa Dapat Duit

Dengan bermodalkan smartphone, kamu sudah bisa bermain mobile legend atau disingkat dengan ML.

Main Mobile Legend, Game Hemat Kuota dan Bisa Dapat Duit
TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI

PERMAINAN MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) semakin marak di kalangan Mellennial. Jika dulu gencar-gencarnya bermain Dota 2, kini ada yang lebih simple karena bisa dimainkan di manapun adalah mobile legend.

Dengan bermodalkan smartphone, kamu sudah bisa bermain mobile legend atau disingkat dengan ML.

"Bermain ML lebih simple, karena tidak terlalu banyak tombol kayak main dota 2. Kalau dota 2 banyak yang harus dipegang, mouse sama keyboard juga," kata Randi Perdana Arman, seorang gamers Batam dan gamers mobile legend saat ditemui Tribun di Kominfo, Pemko Batam, Selasa (30/1).

Mobile legend sendiri mempunyai kelebihan dan kekurangan juga lho guys. Kalau dota bisa membutuhkan waktu berjam-jam, sedangkan mobile legend hanya membutuhkan waktu paling lama 20 menit saja.

"Kalau mobile legend itu tidak banyak makan kuota dan peminatnya juga banyak. Di sini kita juga bisa ada transaksi jual beli juga. Caranya menjual diamond yang kita beli di coda shop lalu kita jual ke orang lain," ujarnya.

Jadi Mellennials, diamond itu sangat penting buat kita yang ingin membeli hero baru, kostum hero terbaru, hingga border atau bingkai di hero kita. Harga diamond biasanya mulai Rp3.000 sampai Rp1 juta.

Dan yang membuat permainan ini tidak sepi dari peminat adalah setiap minggunya ada update terbaru dari hero-heronya, jadi kita tidak cepat bosan saat bermain ML. Untuk hero yang lagi populer saat ini adalah lesley (one shoot one kill).

Kalau di mobile legend ada ranketnya. Kita juga bisa menjual jasa untuk menaikan rangket. Rangket yang ditandai dengan bintang ini dihargai Rp20 ribu setiap satu bintangnya. Atau dari game ini kita bisa keuntungan dari menjual akun atau mengikuti kompetisi ML.

"Kompetisi ML ini bisa sampai nasional dan internasional juga. Dari sana biasanya bisa dapat duit kalau ikut kompetisi, biasanya yang mengadakan lomba itu developer game yang memberikan dana kepada suatu pihak," ungkapnya.

Karena ML termasuk dalam MOBA, tentu permainannya adalah perlawanan antara dua tim yang terdiri dari lima orang setiap timnya. Dalam satu tim bisa dari teman sekitar atau teman-teman online di seluruh Indonesia hingga ke pelosok negeri. Dan dikatakan menang, saat tim berhasil menghancurkan tower lawannya.

Halaman
12
Penulis: Andriani Mona
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved