Dampak Supermoon. Belakangpadang Dilanda Banjir Rob: Kami Menyebutnya Pasang Keling

Sejak Jumat air laut pasang tinggi hingga naik ke jalan. Kita di sini menyebutnya pasang Keling. Biasanya setiap akhir tahun, katanya

Dampak Supermoon. Belakangpadang Dilanda Banjir Rob: Kami Menyebutnya Pasang Keling
TRIBUNBATAM/ZABUR A
Banjir rob di Belakangpadang, Minggu (4/2/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -Dampak dari fenomena supermoon, beberapa wilayah di Belakangpadang dilanda banjir rob, Minggu (4/2/2018). Jalan menuju rumah warga pun terendam air laut yang naik pasang. Bahkan air laut juga memasuki rumah warga.

Seperti di Kampung Tengah, Kampung Tanjung, Kampung Bugis, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Belakangpadang, tampak air merendam jalan setinggi lutut orang dewasa. Banjir rob yang sering disebut dengan pasang Keling ini pun dimanfaatkan anak-anak untuk berenang.

“Sejak Jumat air laut pasang tinggi hingga naik ke jalan. Kita di sini menyebutnya pasang Keling. Biasanya setiap akhir tahun, namun ini malah pasang lagi hingga ke jalan,” kata Dedi salah satu warga.

Baca: (Video) Air Laut Banjiri Rumah Warga Tanjung Uma! Siap-siap Besok Banjir Masih Mengintai!

Baca: Habis Fenomena Supermoon di Tanjungpinang! Banjir dan Buaya Hantui Warga Gang Salam!

Tidak hanya terjadi di Belakangpadang, tapi daerah pesisir di Kota Batam juga dilanda banjir rob. Seperti Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, Tanjung Piayu Kecamatan Sungai Beduk, Nongsa Kecamatan Nongsa, Tanjung Uma Kecamatan Lubuk Baja, Tanjungriau dan Patam Lestari Kecamatan Sekupang.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Klas 1 Hang Nadim Batam Nizam Mawardi mengatakan penyebab terjadinya pasang surut air laut itu kan karena gaya gravitasi bumi dan bulan. Jadi ketika terjadi supermoon, air pasangnya jadi tambah naik.

Supermoon sendiri merupakan fenomena dimana posisi bulan berada dalam jarak terdekat dengan Bumi. Kondisi ini membuat gaya grafitasi antara bulan dan bumi semakin besar.

“Akibatnya terjadi peningkatan pada pasang air laut yang lebih dari biasanya,” katanya.

Menurut, air laut selama fenomena supermoon mengalami peningkatan setinggi 3,1 centimeter. Mengantisipasi dampak buruk dari fenomena supermoon, masyarakat diminta mematuhi imbauan yang dikeluarkan BMKG. Terlebih supermoon kali ini terjadi bersamaan dengan kondisi angin yang terbilang kencang di beberapa wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

“Masyarakat kami imbau hati-hati. Karena gelombang tinggi diakibatkan angin kencang. Kami juga akan update kondisi setiap hari ke masyarakat,” terang Nizam.(bur)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved