IZIN PT AXA Dicabut, Begini Penjelasan OJK Soal Nasib Nasabah Asuransi AXA Mandiri

Sejak pagi tadi, Senin (5/2/2018), ekonomi dalam negeri dikagetkan dengan berita pencabutan izin PT AXA Life Indonesia oleh OJK.

IZIN PT AXA Dicabut, Begini Penjelasan OJK Soal Nasib Nasabah  Asuransi AXA Mandiri
wikipedia
Asuransi Axa Life

TRIBUNBATAM.ID-  Sejak pagi tadi, Senin (5/2/2018), ekonomi dalam negeri dikagetkan dengan berita pencabutan izin PT AXA Life Indonesia oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selama ini, untuk penjualan polis asuransi tersebut, Bank Mandiri juga menjadi salah satu agen penjualnya.

Di Bank Mandiri, produk asuransi ini dikenal dengan nama PT AXA Mandiri Financial Services, PT Mandiri AXA General Insurance.

Soal pencabutan izin usaha PT AXA Life tersebut, OJK melalui siaran persnya yang diterima Tribun Batam, Senin pagi, menelaskan bahwa pencabutan izin merupakan bagian dari proses penggabungan atau merger PT AXA Life Indonesia (ALI) dan PT AXA Financial Indonesia (AFI).

Pencabutan itu telah sesuai dengan ketentuan di UU 40/2014 tentang Perasuransian.
Pasal 16 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 Tentang Perasuransian.

Baca: OJK Cabut Izin Asuransi AXA, Bagaimana Kelanjutan Nasib Nasabah dan Karyawannya?

Baca: Izin Asuransi Axa Life Indonesia Dicabut OJK, Begini Nasib Nasabahnya

Pasal itu mengatur bahwa setiap pihak hanya dapat menjadi pemegang saham pengendali pada satu perusahaan asuransi jiwa, satu perusahaan asuransi umum, satu
perusahaan reasuransi, satu perusahaan asuransi jiwa syariah, satu perusahaan
asuransi umum syariah, dan satu perusahaan reasuransi syariah atau single
presence policy.

National Mutual International Pty. Ltd, sebagai pemegang saham pengendali PT
AFI dan PT ALI wajib mengkuti ketentuan single presence policy tersebut karena
menjadi pemegang saham pengendali di dua perusahaan asuransi jiwa itu.

Terkait dengan ketentuan tersebut, PT AFI dan PT ALI telah mengajukan
permohonan penggabungan/merger kepada OJK dan telah memperoleh
persetujuan dari OJK melalui surat nomor S-131/D.05/2017 tanggal 2 Oktober
2017.

Penggabungan tersebut berlaku efektif sejak tanggal 1 November 2017.

Sebagai akibat dari penggabungan tersebut, seluruh kegiatan usaha, operasional,
modal, aset, izin, karyawan serta kewajiban termasuk kewajiban kepada pemegang
polis dari PT ALI telah beralih demi hukum kepada PT AFI, dan seluruh pemegang
saham PT ALI menjadi pemegang saham PT AFI.

Selanjutnya terkait dengan pengalihan kontrak asuransi, PT ALI telah
memberitahukan kepada setiap pemegang polis dan terhitung sejak tanggal
efektifnya penggabungan seluruh hubungan hukum dalam kontrak asuransi
antara PT ALI dan pemegang polis beralih kepada PT AFI.

Dan, tidak ada perubahan terkait dengan manfaat, besaran premi atau ketentuan khusus untuk masing-masing produk asuransi milik PT ALI sebagai akibat dari penggabungan tersebut.

Proses penggabungan PT ALI ke dalam PT AFI juga tidak berpengaruh terhadap
proses bisnis dan pertanggungan asuransi pada kelompok usaha asuransi AXA
Group di Indonesia, yang terdiri dari PT AXA Mandiri Financial Services, PT
Mandiri AXA General Insurance dan PT Asuransi AXA Indonesia. (*)

Penulis: Sri Murni
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved