Kepala OJK Kepri Minta Nasabah AXA Mandiri Tidak Panik karena Pencabutan Izin AXA Life Indonesia

Kepala OJK Kepri Iwan M Ridwan meminta nasabah PT AXA Life Indonesia (ALI) termasuk di dalamnya AXA Mandiri untuk tidak panik.

Kepala OJK Kepri Minta Nasabah AXA Mandiri Tidak Panik karena Pencabutan Izin AXA Life Indonesia
wikipedia
Asuransi Axa Life

TRIBUNBATAM.ID- Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kpw Kepri Iwan M Ridwan meminta nasabah PT AXA Life Indonesia (ALI) termasuk di dalamnya AXA Mandiri untuk tidak panik.

Imbauan tersebut terkait pencabutan izin asuransi ALI yang ramai diperbincangkan hari ini, Senin (5/2/2018).

Sebab, pencabutan izin ALI tersebut karena alasan merger yang terjadi di grup AXA tersebut.

"PT ALI dan PT AFI ini, keduanya pemegang saham National Mutual International. Mau pemegang kedua polis itu saja tidak ada masalah, apalagi pemegang polis dari AXA grup yang lain, seperti AXA Mandiri,"kata Iwan pada Tribun Batam, Senin sore.

Baca: IZIN PT AXA Dicabut, Begini Penjelasan OJK Soal Nasib Nasabah Asuransi AXA Mandiri

Baca: OJK Cabut Izin Asuransi AXA, Bagaimana Kelanjutan Nasib Nasabah dan Karyawannya?

Iwan mengatakan, di Kepri tidak ada nasabah PT ALI.

Yang ada hanyalah nasabah PT AXA Mandiri Financial Services atau lebih dikenal AXA Mandiri.

Sebagai join venture dari AXA Grup, diakuinya, nama AXA Mandiri memang memiliki branding yang kuat di tengah masyarakat.

Sehingga, informasi merger tersebut pun memunculkan keraguan nasabah.

"‎Bicara grup, kini AXA Grup ada empat. Untuk asuransi jiwa ada PT AXA Financial Indonesia dan PT AXA Mandiri Financial Services. Sementara yang asuransi umum, ada PT Mandiri AXA General Insurance dan PT asuransi AXA Indonesia," tuturnya.

‎Terkait merger, OJK pun menjamin tidak akan merugikan para nasabah PT ALI, ataupun PT AFI.

OJK menjamin tidak akan ada perubahan baik dari sisi manfaat dan besaran premi.

Baca: Izin Asuransi Axa Life Indonesia Dicabut OJK, Begini Nasib Nasabahnya

‎"Kepada nasabah AXA Life sendiri sudah diinformasikan semua. yang terpenting, polis asli si nasabah yang pertama kali saja tidak boleh hilang. Jadi kalau masyarakat ada yang masih ragu atau mau mencari informasi, bisa langsung ke call center OJK saja di 157," ucap Iwan. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved