Pemkab Bintan Wajibkan Pegawai Absen Finger Print! Kalau Sakit? Ini Kewajibannya!

Absensi sidik jari tertuang dalam surat edaran Bupati Bintan Bupati Bintan Nomer. 800/KD/300

Pemkab Bintan Wajibkan Pegawai Absen Finger Print! Kalau Sakit? Ini Kewajibannya!
tribunbatam/aminnudin
Seorang ASN di lingkup kerja kesekretariatan daerah Bintan sedang melakukan absendi sidik jari 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN-Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bintan dikenakan absensi sidik jari (finger print). Cara ini dinilai efektif meningkatkan kedisiplinan ASN.

Absensi sidik jari tertuang dalam surat edaran Bupati Bintan Bupati Bintan Nomer. 800/KD/300 tentang Penegakan Disiplin dan Kewajiban Mematuhi Jam Kerja ASN.

Baca: Inilah 10 Negara Dengan Pasukan Militer Terkuat di Dunia! Nomor 7 Paling Mengejutkan!

Baca: Mengagetkan! Bukan Daging, Inilah Menu Santap Siang Paling Terkenal Saat Pendidikan Komando Marinir!

Baca: Mengejutkan! Hotman Paris Beberkan Tips Menohok Agar Dikelilingi Wanita Cantik! Begini Isinya!

Baca: Ditabrak Mobil Ferrari, Pria Ini Batal Marah-marah Begitu Melihat Penabraknya Wanita Cantik Ini!

Baca: Inilah Kisah Cinta Soeharto di Masa Muda! Terungkap Beginilah Caranya Menaksir Ibu Tien!

Dalam surat edaran, terdapat poin yang mengatur jam kerja 37,5 jam atau 37 jam 30 menit selama 5 hari kerja.

Dan bagi pegawai ASN yang tidak melaksanakan jam kerja juga wajib melampirkan bukti tertulis berupa Surat Perintah Tugas, surat cuti, surat sakit dan atau surat persetujuan dari kepala bagian/pimpinan.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2) Bintan Irma Annisa mengatakan, nantinya hasil perekaman sidik jari absensi ASN tersebut akan dijadikan sebagai dasar untuk evaluasi kinerja tidak saja bagi ASN namun juga non ASN.

"Cara kerja sistem ini cukup sederhana. Setelah melakukan absen di fingerprint, nama-nama pegawai akan secara otomatis muncul pada monitor. Nantinya sesuai PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN, akan ada sanksi yang mengatur,"kata Irma Annisa.

Finger print diberlakukan bertahap. Tahap I diterapkan di bagian sekretariat daerah (Setda). Tahap II dilanjutkan di kantor dinas atau OPD. Diharapkan bagi OPD untuk segera bersiap diri menerapkan sistem absen sidik jari. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved