Mellennial

IQ Tinggi Ternyata Bukan Jaminan Sukses. Ingin Tahu Rahasianya?

Menurut psikolog Daniel Goleman, hanya 5 persen sampai 10 persen saja peran IQ yang bakal mempengaruhi sukses seseorang.

IQ Tinggi Ternyata Bukan Jaminan Sukses. Ingin Tahu Rahasianya?
TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI

UNTUK bisa sukses dalam berkarier ternyata tak hanya bermodalkan IQ tinggi saja lho guys. Ada faktor lain yang tak kalah penting agar karier berjalan mulus dan melesat.

Hal penting tersebut satu di antaranya adalah tingginya Emotional Quotient (EQ) alias kecerdasan emosional.

Menurut psikolog Daniel Goleman, hanya 5 persen sampai 10 persen saja peran IQ yang bakal mempengaruhi sukses seseorang. Sisanya ditentukan berbagai kecerdasan lain, termasuk EQ. Bahkan EQ ini ikut berperan sebesar 58 persen terhadap kesuksesan seseorang.

Pentingnya memiliki EQ yang tinggi agar bisa meraih sukses diakui Faradiba Bilqis. Bagi siswa SMK 2 Batam tersebut seseorang yang memiliki IQ tinggi namun kepribadian tidak baik, maka hal itu dirasa percuma saja. Bahkan bisa dicampakan akibat kepribadiannya yang buruk.

Senada dengan Faradiba, Rifkha, alumni Anak Bangsa Public Speaking School mengatakan dia yang disenangi oleh alam adalah dia yang mempunyai kepribadian baik dan peduli dengan sesama. Orang seperti ini jarang ditemukan tetapi orang pintar cukup banyak di luaran sana.

Lalu, sebenarnya seberapa penting penguasaan kecerdasan emosional dari sisi ilmu psikologi?

"IQ atau Intelektual Quatient itu kemampuan seseorang dalam menerima suatu informasi, kemampuan otak yang mempu menerjemahkan yang dilihat dengan cepat dan juga mudah melihat hal yang verbal dan numerik. Sedangkan EQ atau Emotional Quatient itu kapasitas diri sebagai pribadi. Kapasitas diri dalam menghadapi tantangan hidup yang berhubungan dengan manusia," kata Dinuriza Lauzi MPsi, Psikolog pratisi dan Psikolog LPSK kepada Tribun Batam, Minggu (4/1).

Niza mengatakan, EQ itu berhubungan dengan etos kerja serta cara berinteraksi. Selain itu, pengambilan keputusan juga sangat tergantung dari EQ seseorang. Seseorang yang mempunyai EQ tinggi cenderung profesional, dan tidak suka menunda pekerjaan.

"Kalau merasa tes pertama berbeda dengan tes kedua saat tes IQ, maka ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Bisa karena kecapekan, tidak sehat, atau tidak konsentrasi. Nilai tes dari IQ tidak bisa ditambah, tetapi EQ bisa dilatih dan diperbaiki," ujarnya.

Pentingnya penguasaan EQ tersebut diakui oleh Angga Hilmawan. Namun, menurut pria yang juga CEO Solution Organizer tersebut antara tingginya EQ tetap harus dibarengi dengan IQ yang tinggi juga agar karier bisa sukses.

"Menurut saya, keduanya sangat berpengaruh. Seberapa disiplin dia, bertanggug jawab kah dia, konsistenkah dia, semua dari pribadi. Banyak orang yang IQ tinggi tapi pemalas, gak sedikit yang malah menipu orang dengan kepintarannya. Tapi pribadi yang baik juga harus dibarengi dengan IQ yang tinggi untuk bisa menyelesaikan tantangan di setiap pekrjaannya," katanya. (*)

Rahasia Menjadi Pribadi Profesional
1. IQ bukan syarat berhasil tidaknya seseorang. Saat kamu sudah punya IQ tinggi harus diseimbangkan dengan EQ karena EQ bisa dilatih dan diperbaiki
2. Tetapi ada beberapa bagian dari IQ yang bisa dilatih. Seperti sikap, fokus dan konsentrasi.
3. Bergaulah dengan mereka yang memberikan aura positif terhadapmu. Dan mengajakmu untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Penulis: andriani
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help