Membahayakan! Bongkar Muat Barang di Anambas Pakai Pompong di Tengah Laut!

Proses bongkar muat barang maupun penumpang masih dilakukan di tengah laut. Kapal pompong harus sandar di samping kiri maupun kanan kapal

Membahayakan! Bongkar Muat Barang di Anambas Pakai Pompong di Tengah Laut!
Ist
Kapal kayu yang mencoba sandar di kapal Pelni saat berada di Pulau Jemaja Selasa (6/2/2018). Proses bongkar muat barang serta penumpang sampai saat ini masih dilakukan di tengah laut, meski Pulau Jemaja memiliki dua pelabuhan yang berada di dua kecamatan, masing-masing di Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-‎Suara klakson khas kapal itu terdengar sekitar pukul 13.30 WIB. Dari kejauhan, terlihat kapal pompong yang seakan berlomba mendekati kapal 'Sapu Jagat' itu. Ya, Kapal Bukit Raya yang tiba di Pulau Jemaja, rupanya telah dinanti oleh calon penumpang yang ada di atas kapal.

Di atas kapal ? Ya, proses bongkar muat barang maupun penumpang masih dilakukan di tengah laut. Kapal pompong harus sandar di samping kiri maupun kanan kapal yang dibantu menggunakan tangga gantung yang ada di kapal Pelni. Entah kenapa proses yang terbilang cukup membahayakan tersebut masih dilakukan.

Baca: Terungkap! Kenapa Vampir di Film Mandarin Bergerak Melompat-lompat? Mengejutkan Alasannya!

Baca: Kenal di Facebook, Ngeri Anak SMP di Pinang Ini Dicabuli Teman FB-nya! Begini Pengakuan Pelakunya!

Baca: Heboh! Dulunya Model, Wanita Cantik Ini Memutuskan Menjadi Satpam! Kisahnya Bikin Penasaran!

Baca: Heboh! Kota Misterius Ini Hanya Muncul 100 Tahun Sekali dan Hanya Terlihat Selama Satu Hari!

Baca: Mengagetkan! Bukan Daging, Inilah Menu Santap Siang Paling Terkenal Saat Pendidikan Komando Marinir!

Padahal, Pulau Jemaja memiliki dua pelabuhan yang terbilang sanggup agar proses labuh sandar kapal Pelni maupun kapal berskala besar lainnya bisa singgah.

Masing-masing di Kecamatan Jemaja yakni di Pelabuhan Letung dan Pelabuhan di Desa Kuala Maras Kecamatan Jemaja Timur. "Iya, lagi padat lagi orang di kapal pompong itu. Padahal, ukuran kapalnya terbilang besar," ujar Indra salahseorang penumpang saat dihubungi melalui sambungan seluler Selasa (6/2/2018).

Pria yang berdomisili di Anambas ini mengatakan, proses bongkar muat barang maupun orang di tengah laut memang sering dilakukan saat kapal Pelni datang. Pria tiga orang anak ini pun, sempat khawatir kalau proses bongkar muat di tengah laut itu sempat terganggu lantaran cuaca di laut yang terbilang ekstrem.

Maklum saja, kondisi cuaca di tengah laut dalam perjalanan dari Kijang menuju Anambas menjadi hal yang ia prediksi saat tiba di Jemaja.

Ia pun menilai, Pulau Jemaja memiliki pelabuhan yang dianggap layak untuk proses sandar kapal berskala besar seperti KM. Bukit Raya ini. ‎"Kalau tidak salah, ada dua pelabuhan besar di dua kecamatan di sana. Saya kurang paham juga kenapa tidak bisa sandar. Kalau dari kapal Pelni ini, pelabuhan itu bisa terlihat kok," ungkapnya.

‎Soal sandar kapal Pelni di pelabuhan pun, sebelumnya sempat mendapat angin segar setelah Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Tarempa mengirimkan surat ke Direktur Utama PT. Pelni di Jakarta.

Surat yang ditandatangani langsung oleh Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Tarempa, Anang Santosa per tanggal 18 Januari 2018 itu berisi usulan agar Pelni dapat melakukan uji coba sandar di Pelabuhan Letung Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas dan Pelabuhan Midai Kabupaten Natuna.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Amat Yani, mengapresiasi adanya surat usulan itu. Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu berharap, ada tindaklanjut dari Pemerintah Provinsi tentang regulasi serta administrasi proses sandarnya kapal itu.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved