NURDIN Minta Maaf di Ruang Penyidik Polisi. Dia Pasrah dan Anggap Penjara sebagai Pesantren

Ia dilaporkan ke pihak kepolisian karena menipu korbannya bernama Adrian (25) untuk bekerja sebagai honorer.

NURDIN Minta Maaf di Ruang Penyidik Polisi. Dia Pasrah dan Anggap Penjara sebagai Pesantren
tribun batam
Nurdin Siregar (paling kiri), pelaku penipuan yang menjanjikan korbannya bekerja sebagai honorer di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam menjalani pemeriksaan perdana di Unit II Polresta Barelang, Selasa (6/2/2018). 

TRIBUNBATAM.ID, BATAM - Nurdin Siregar, pelaku penipuan yang menjanjikan korbannya bekerja sebagai honorer di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam menjalani pemeriksaan perdana di Unit II Polresta Barelang.

Nurdin merupakan ASN yang bertugas sebagai pengawas parkir liar.

Ia dilaporkan ke pihak kepolisian karena menipu korbannya bernama Adrian (25) untuk bekerja sebagai honorer.

Untuk bisa bekerja sesuai janji Nurdin, Ardian harus membayar uang sebesar Rp 20 juta.

Baca: Pesawat Korsel Terbakar di Bandara Changi Singapura. Berputar Miring, Tergelincir, Lalu Terbakar

Baca: Pesawat Terbakar di Bandara Singapura, Penerbangan pun Tertunda. Ini yang Harus Dilakukan Penumpang

Karena Nurdin merasa dekat dengan orangtua Ardian, kemudian uang masuk sebagai pegawai honorer didiskon menjadi Rp 17,5 juta.

Sampai waktu yang sudah dijanjikan Nurdin, Ardian tidak juga mendapatkan pekerjaan dan akhirnya ia membuat laporan ke Polresta Barelang.

Saat menjalani pemeriksaan di kantor polisi, Ardian terlihat duduk termenung di ujung ruangan.

Ia sempat meminta maaf kepada Deli, orangtua korban.

Halaman
12
Penulis: Eko Setiawan
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved