Persiapan Pemilu 2019, Semua Parpol di Anambas Kompak Gunakan Sistem Dapil Lama

Belasan partai politik di Anambas sepakat sistem daerah pemilihan (Dapil) untuk Pemilu 2019 masih mengacu pada sistem lama.

Persiapan Pemilu 2019, Semua Parpol di Anambas Kompak Gunakan Sistem Dapil Lama
tribun batam
Rakor ā€ˇpenyusunan penataan daerah pemilihan (Dapil) anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas pada Pemilu 2019 sekaligus uji publik yang dilaksanakan oleh KPU di aula di Selayang Pandang Kecamatan Siantan Rabu (7/2/2018). 

TRIBUNBATAM.ID, ANAMBAS - Belasan partai politik di Anambas sepakat sistem daerah pemilihan (Dapil) untuk Pemilu 2019 masih mengacu pada sistem lama.

Hal tersebut terungkap dalam ‎rapat koordinasi (rakor) ‎penyusunan penataan Dapil anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas pada pemilu 2019 sekaligus uji publik di salahsatu aula di Selayang Pandang Kecamatan Siantan, Anambas.

Sistem Dapil lama tersebut meliputi tiga Dapil masing-masing :

Dapil satu yang terdiri atas Kecamatan Siantan, Siantan Timur dan Siantan Selatan dengan sembilan kursi.

Dapil dua, terdiri dari Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur dengan empat kursi.

Dapil tiga, gabungan dari Kecamatan Palmatak dan Siantan Tengah dengan ‎tujuh kursi.

"Hasil pertemuan hari ini, empat belas partai politik yang ada di Anambas sepakat untuk menggunakan sistem Dapil lama," ujar Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Anambas, Syukrillah Rabu (7/2/2018).

Meski sepakat untuk menggunakan sistem Dapil lama, namun ‎masih ada harapan agar adanya pemerataan dalam kuota jumlah kursi di legislatif, khususnya untuk Dapil dua.

Amir Fikri, Ketua DPC Partai Hanura Anambas mengaku sebenarnya sangat mengharapkan adanya penambahan kursi di legislatif demi pemerataan.

Belasan parpol yang ada serta terdaftar di KPU, diakuinya harus bertempur hanya untuk memperebutkan empat kursi di DPR tingkat kabupaten.

"Kalau melihat letak geografis dari ibukota memang jauh sekali, kecuali desanya diambil seperti Desa Telaga dan Kiabu di Kecamatan Siantan Selatan itu. Tapi kan tidak bisa. Aturan mengatur harus kecamatannya. Secara hitung-hitungan, dapil dua sangat butuh penambahan kursi. Artinya perlu pertimbangan-pertimbangan yang sangat logis di sini," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan ‎Indra syahputra, Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Anambas.

Meski mengakui sudah ada keputusan untuk menggunakan sistem dapil lama, namun ada usulan yang mewakili keterwakilan dan keadilan, khususnya untuk dapil dua itu.

"Mekar pun 10 kecamatan tetap begitu lah, karena jumlah penduduknya lebih kurang seperti itu juga. Kalau soal adil, sebagai anak Jemaja tidak adil. ‎Meski demikian, partai-partai sudah sepakat dapil yang digunakan dapil 2014," ujarnya. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help