Mendagri Blak-blakan Banyak Warga Miliki e-KTP Ganda! Mengejutkan Modus Bikinnya!

Dari Aceh, sampai Asmat dia punya e-KTP-nya. Itu berlangsung selama empat tahun. Ternyata dia pernah bobol bank dan lain sebagainya

Mendagri Blak-blakan Banyak Warga Miliki e-KTP Ganda! Mengejutkan Modus Bikinnya!
tribunbatam/argianto
Mendagri Tjahjo Kumolo 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta masyarakat pro aktif untuk segera melapor, jika memiliki kartu e-KTP ganda. Dia tak memungkiri, ada banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini memiliki e-KTP ganda, tiga, empat, bahkan lebih.

Baca: Modus Baru Transaksi Sabu di Pinang, Terungkap Seorang Pelaku Bekas Honorer Disdik Kepri!

Baca: Harga Beras di Batam Merangsek Naik, Wakil Walikota Curhat ke DPR! Mengejutkan Jawabannya!

Baca: Masih Ingat Pesulap Pak Tarno? Lama Tak Muncul, Pak Tarno Muncul dengan Kabar Menyedihkan!

Baca: Terungkap! Kubilai Khan, Kaisar Agung Mongol Sepak Terjangnya Tersandung di Tanah Jawa!

"261 juta penduduk Indonesia ini sebenarnya terdata semua. Permasalahannya, alamatnya dimana? Karena ada yang sampai punya tiga e-KTP sekaligus," kata Tjahjo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional I Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kamis (8/2/2018) bertempat di Harmonie One Hotel, Batam.

Malah dari catatan kepolisian, ada yang sengaja memiliki KTP ganda untuk meloloskan dirinya dari kejaran kepolisian. Lantaran sudah melakukan tindak kejahatan. Dia berpindah-pindah tempat untuk memanipulasi keberadaannya.

"Polda Metro Jaya sampai menunjukkan ke saya, ada orang punya e-KTP asli sampai 163 e-KTP. Dari Aceh, sampai Asmat dia punya e-KTP-nya. Itu berlangsung selama empat tahun. Ternyata dia pernah bobol bank dan lain sebagainya," ujarnya.

Pihaknyapun mendapat banyak aduan, terutama dari Komisi II DPR RI berkaitan dengan e-KTP ganda itu. Mereka minta segera ditertibkan.

"Makanya target kita, pertengahan tahun ini selesai (penertiban e-KTP ganda). Tapi tergantung masyarakat juga," kata Tjahjo.

Sebab pihaknya tak bisa mengira-ngira, berapa banyak masyarakat yang memiliki e-KTP ganda. Karena itu, perlu inisiatif langsung dari yang bersangkutan. Lantaran domisili di e-KTP ini juga menentukan hak pilih masyarakat, dalam pemilihan kepala daerah atau pemilihan umum yang sebentar lagi akan dilakukan.

"Jadi yang bersangkutan memang mesti datang sendiri ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pastikan alamat terakhirnya yang digunakan. Karena alamat terakhir ini menentukan dia tercantum di TPS (Tempat Pemungutan Suara) dimana," ujarnya.

Selain itu, Tjahjo juga mengingatkan bagi warga yang pindah tempat tinggal, agar wajib membawa surat pindah ataupun setidaknya Kartu Keluarga (KK). Itu diperlukan agar Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang lama bisa dihapus dan diganti NIK yang baru. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help