Pengungsi Mengaku Myanmar Sengaja Bikin Rakyat Rohingya Kelaparan. 'Kami Dilarang Bekerja'

Pengungsi Rohingya menceritakan bagaimana pemerintah Myanmar membuat keluarganya kelaparan secara bertahap.

Pengungsi Mengaku Myanmar Sengaja Bikin Rakyat Rohingya Kelaparan. 'Kami Dilarang Bekerja'
Associated Press
Anak-anak perempuan Rohingya mengantre untuk mendapatkan air di kamp-kamp pengungsi di Teknaf, Bangladesh, pada Desember 2016. Anak perempuan Rohingya terpaksa menikah di usia dini demi mendapat jatah bantuan makanan. 

TRIBUNBATAM.ID, NAYAPARA - Abdul Goni, salah satu warga etnis Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh, menceritakan bagaimana pemerintah Myanmar membuat keluarganya kelaparan secara bertahap.

Laporan dari The Associated Press, Kamis (8/2/2018), menyebutkan tentara Myanmar menghentikan mata pencaharian Goni sebagai penjual kayu bakar.

Kemudian, tentara juga mengambil satu-satunya sapi yang dia miliki.

Sapi itu disewakan Goni kepada petani untuk membajak sawah.

Selanjutnya, pamannya dibunuh karena berusaha menyelamatkan kerbaunya yang hendak diambil oleh para tentara.

Sejak saat itu, Goni mulai melihat mayat-mayat mengambang di sungai.

Mereka merupakan temannya yang dibunuh karena memancing secara ilegal.

Baca: SEMPAT GEGERKAN Singapura, 2 Pendaki Gunung yang Hilang Sejak Senin Lalu Ditemukan Hari Ini

Dia tahu keluarganya juga akan mati jika mereka tidak meninggalkan desa.

Goni juga terpaksa memberi makan keluarganya dengan batang pohon pisang.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help