Program CSR ATB Peduli Sosial - Bantuan Mustahiq, Ringankan Beban Dhina

Terimakasih banyak kami sampaikan kepada tim ATB yang sudah membantu kami, semoga bisa bermanfaat bagi kami untuk kesembuhan anak kami

Program CSR ATB Peduli Sosial - Bantuan Mustahiq, Ringankan Beban Dhina
ist
Dhina Cantika Kumala penderita tumor mata bersama Frisca, Ibunda saat menerima bantuan mustahiq dari program CSR ATB Peduli Sosial beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBATAM. id - Keceriaan gadis kecil berusia lima tahun ini, kadang terusik. Dhina Cantika Kumala, tidak bisa riang bebas bermain maupun datang ke sekolah seperti anak-anak seusianya.

Dhina lebih banyak menghabiskan waktu berbaring dipangkuan Ibunya. Terkadang air matanya tak mampu terbendung, saat tidak bisa lagi menahan rasa sakit yang sedang ia alami. Dhina divonis dokter mengalami penyakit tumor mata sejak usia sembilan bulan.

Kondisi Dhina tersebut belum bisa mendapatkan penanganan layanan kesehatan secara maksimal seperti operasi. Keterbatasan ekonomi kedua orangtuanya, membuat Dhina hanya bergantung pada obat-obatan seadanya untuk menghilangkan rasa sakit yang dirasakan.

"Kadang kami tak sanggup menyiapkan obat untuk Dhina. Obatnya cukup mahal, ada yang sampai seharga Rp 400.000,- untuk satu jenis obat saja," jelas Frisca, Ibunda Dhina saat dijumpai di rumahnya Pancur Tower II RT 004 RW 011 Sei Beduk, akhir tahun 2017.

Saat ini kondisi kesehatan mata Dhina hanya bergantung pada obat-obatan saja. Apabila obatnya tidak tersedia, tentunya rasa sakit akan ia alami. Saat mulai kambuh, area mata bagian kanan bisa sampai membengkak.

Tumor mata yang dialami Dhina, berawal saat usianya sembilan bulan. Awalnya sudah tampak keanehan pada mata Dhina, usai bermain-main di sekitaran rumah. Melihat kondisi mata Dhina yang semakin lama makin membengkak, kekhawatiran kedua orang tuanya mulai muncul.

"Karena matanya semakin membengkak kami membawa Dhina untuk diperiksa ke RS Elisabeth Batam Kota. Dari hasil pemeriksaan dokter, Dhina mengalami tumor mata yang mengenai saluran air matanya. Sehingga, terjadi pembengkakkan pada matanya," jelas Frisca.

Jalan satu-satunya penanganan Dhina adalah dilakukan operasi, guna melancarkan saluran air mata, agar tidak terjadi penyumbatan. Setelah berusia lima tahun, Dhina dirujuk ke RSCM Jakarta untuk dioperasi.

"Rencananya operasi kedua itu akan dilakukan pengangkatan tumor yang ada di mata Dhina, pada Desember 2017 kemarin. Namun, kami tidak memiliki biaya untuk sehari-hari selama di RSCM. Jadi, kami mengurungkan niat untuk berangkat," ujar Frisca.

Selama di Jakarta kemarin, keluarga Dhina mencoba untuk mencari donatur-donatur yang ingin menyumbangkan dana, sehingga bisa terkumpul untuk biaya pengobatan Dhina.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) ATB Peduli Sosial, membantu meringankan beban dari keluarga pasangan Jarimin dan Frisca ini, dengan pemberian bantuan mustahiq. Setiap bulannya ATB memberikan bantuan berupa uang tunai kepada warga Batam, yang mengalami penyakit berkategori berat. Hal ini bertujuan untuk meringankan biaya pengobatan yang selama ini telah dijalani.

Halaman
12
Tags
CSR
ATB
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved