Tepat di Hari Pers Nasional, Mantan Jurnalis BBC Indonesia Ditangkap Bareskrim Polri atas Aduan PPP

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menjemput paksa seorang mantan jurnalis, Asyari Usman, tepat di Hari Pers Nasional.

Tepat di Hari Pers Nasional, Mantan Jurnalis BBC Indonesia Ditangkap Bareskrim Polri atas Aduan PPP
Ketua Umum DPP PPP M. Romahurmuziy saat pelantikan pengurus DPC PPP Anambas, Selasa (1/11/2016). 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Para insan pers Indonesia baru saja merayakan Hari Pers Nasional, Jumat (9/2/2018) kemarin.

Di hari itu pula, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menjemput paksa seorang mantan jurnalis, Asyari Usman.

Wartawan senior, eks jurnalis BBC Indonesia ini dianggap mencemarkan nama baik melalui tulisan yang diunggah di salah satu media online.

"Betul, terkait pencemaran nama baik dan fitnah yang dilakukan Ansyari," ujar Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Asep Safrudin saat dikonfirmasi, Jumat petang.

Ansyari dijemput paksa aparat kepolisian lantaran tak menggubris panggilan penyidik.

Baca: KISAH PILU Rosidah, Pemulung Lahirkan di Gerobak. Dia Depresi dan Banyak yang Ingin Beli Bayinya

Baca: Meriahkan Hari Pers Nasional, Managemen Swiss-Belhotel Kunjungi Tribun Batam

Ansyari menulis di media teropongsenayan.com berjudul "Dukung Djarot-Sitorus: Ketum PPP Menjadi 'Politisex Vendor'".

Dalam tulisan itu, Ansyari menyebut Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Romi sebagai sosok diktaktor dan oportunis karena mengusung pasangan Djarot dan Sihar Sitorus dalam Pilkada Sumatera Utara.

Asep mengatakan, penyidik belum menentukan status Ansyari saat ini.

Halaman
123
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved