Heboh Stok Premium Kerap Habis di Batam! Anggota DPRD Ini Sentil Pertamina!

Siapa juga yang bisa menjamin itu tidak dioplos atau tidak di manfaatkan. Tak ada yang bisa menjamin karena prakteknya kuota tak dikurangi

Heboh Stok Premium Kerap Habis di Batam! Anggota DPRD Ini Sentil Pertamina!
KOMPAS IMAGES
Ilustrasi. Aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU Pertamina 

Laporan Roma Uly, Wartawan Tribun Batam

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Komisi II DPRD Kota Batam menyoroti persoalan stok premium yang sering habis di kalangan masyarakat. Hal ini sering mendapatkan aduan oleh masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Uba Ingan Sigalingging mengungkapkan seharusnya premium tersebut memang sudah disediakan berdasarkan kebutuhan di Kota Batam. Lalu jika ingin mengalihkan ke pertalite harus memiliki dasar yang jelas.

Baca: Jangan Nekat! Inilah Hal-hal yang Haram Dibeli Secara Mencicil kalau Tak Ingin Bangkrut!

Baca: Tak Hanya Jepang, Pasukan Katak TNI AL Juga Siapkan Pasukan Berani Mati saat Bebaskan Irian Barat!

Baca: Terungkap! Siapa Lebih Kaya, Julianto Tio atau Ahok? Bandingkan Foto-foto Penampakan Rumah Mereka!

Baca: BREAKINGNEWS: TNI AL Ungkap Sabu 1 Ton di KM Sunrise, Panglima TNI ke Batam Cari Prajurit Ini!    

Baca: Heboh! Saking Banyaknya Sabu di Kapal Sunrise Glory, Anjing Pelacak sampai Mabuk Ngendus!

"Jika ada mobil mewah dan sejenisnya menggunakan premium itukan soal kesadaran pemilik mobil. Bukan karena ada pembatasan. Karena pada dasarnya kebutuhan premium di Batam inikan sudah dihitung maka lahirlah kuota, dan kuota ini sudah diperuntukkan disitu," ujar Uba kepada Tribun, Minggu (11/2/2018).

Uba menambahkan artinya jika premium tersebut didistribusikan juga tak kurang dan tak ada masalah. Ia mengecewakan lalu bagaimana pertamina bisa meyakinkan publik dengan alasan kuota dibatasi ternyata bukan dibatasi kenyataannya.

"Siapa juga yang bisa menjamin itu tidak dioplos atau tidak dimanfaatkan. Tak ada yang bisa menjamin karena prakteknya kuota tak dikurangi," tegasnya.

Ia mengakui dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) kemarin seharusnya semua pihak sudah dipanggil. Nanti akan di tindaklanjuti dan akan ada RDP lagi dari komisi II.

Jika dikatakan alasannya digunakan untuk mobil mewah, dirinya merasa itu tidak ada hubungan dengan kuota. Kalau mereka ingin melakukan itu, lakukan sosialisasi.

"Berikanlah programnya kepada masyarakat, jangan bilang kuota di kurangi. Intinya kita akan tindaklanjuti," tutupnya.(*)

Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help