Tepian Zaman

Aneh! Di Desa Ini, Penduduk Tak Boleh Meninggal! Bahkan Kematian Dianggap Ilegal. Ini Alasannya!

Orang-orang yang sakit keras atau diperkirakan akan segera meninggal harus dibawa sejauh mungkin keluar dari desa menuju daerah lain

Aneh! Di Desa Ini, Penduduk Tak Boleh Meninggal! Bahkan Kematian Dianggap Ilegal. Ini Alasannya!
mirror.co.uk
Desa di Norwegia. Ada aturan aneh soal kematian di desa dekat kutub ini 

Wilayah Longyearbyen memiliki suhu yang sangat dingin, rata-rata suhunya adalah -17 celcius dan seringkali bisa lebih rendah lagi dari itu.

Dengan suhu yang sangat dingin seperti ini, mayat-mayat yang dikuburkan tidak membusuk dan terurai di dalam tanah.

Karena mayat itu tidak terurai, bakteri dan virus yang ada di dalam tubuh mereka juga masih aktif.

Baru-baru saja, 11 mayat yang dikuburkan di Longyearbyen diteliti dan jejak virus Spanyol masih aktif di dalam tubuh mereka.

Padahal, mayat itu dikuburkan sejak tahun 1981. Tahun itu, virus flu ganas Spanyol menyerang seluruh dunia dan membunuh hingga ratusan juta orang.

Kalau semua virus masih aktif meski penderitanya telah meninggal, tentu akan sangat berbahaya bagi penduduk desa yang masih hidup.

Tahun lalu, Jan Christian Mayer dari Norwegian University of Science and Technology menjelaskan pada Daily Mail mengenai masalah ini.

"Ini terjadi karena tanah yang membeku sepanjang tahun tidak hanya melindungi mayat dari pembusukan, tapi juga mengawetkan dan memelihara virus-virus penyebab sakit yang membunuh mereka, dan virus itu bisa aktif lagi dipermukaan," kata Jan.

Dengan teori itu, penduduk desa kini menyadari bahwa meninggal dan dikuburkan di Longyearbyen bisa membawa bencana di kemudian hari. (Intisarionline/mirror.co.uk)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved