BISNIS Konsultan Politik Kian Gurih, Tarifnya Ratusan Juta

Rupanya para politisi pun memerlukan jasa konsultan agar mereka terlinat mentereng di mata rakyat.

BISNIS Konsultan Politik Kian Gurih, Tarifnya Ratusan Juta
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Seiring dengan perkembangan masa reformasi di Indonesia, bisnis jasa konsultan politik secara perlahan mulai bermunculan.

Rupanya para politisi pun memerlukan jasa konsultan agar mereka terlinat mentereng di mata rakyat.

Jasa konsultan politik dilihat sebagai peluang bisnis ketika pemilihan presiden atau pilpres pertama kali dilaksanakan secara langsung pada 2004 silam, dilanjutkan dengan pemilihan kepala daerah secara langsung juga tahun 2005.

"Setelah reformasi, partai politik makin berkembang, mereka mulai berbenah. Ilmu-ilmu tentang kampanye berkembang, tidak monoton, di situ konsultan politik mulai jadi kebutuhan primer bagi politisi," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago saat ditemui Kompas.com di kantornya pada Jumat (9/2/2018) lalu.

Pangi menjelaskan, awalnya lembaga riset politik hanya menawarkan jasa untuk melaksanakan survei dan kebutuhan data kuantitatif.

Lama kelamaan, kebutuhan politisi semakin kompleks hingga pada ranah untuk strategi pemenangan pemilu, branding, membaca sentimen publik, sampai mencari program apa yang disukai masyarakat.

Baca: MENILIK Tradisi Mudik Imlek Terbesar Dunia: Jutaan Warga Cina Enggan Balik ke Ibukota Gegara 3 Hal

Baca: KATA Istrinya, Setya Novanto Sudah Legowo tak Mikir Politik Lagi. Dia Kangen dan Minta Foto Anaknya

Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat, membuat bisnis jasa konsultan politik berkembang dengan memanfaatkan kehadiran media sosial. 

Menurut Pangi, kini dampak dan pengaruh media sosial bisa melebihi media-media konvensional yang sudah ada sebelumnya.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help