Di Singapore Airshow 2018, Garuda Indonesia Dapat Kontrak 2,4 Miliar Dolar AS dari 2 Proyek Ini

Garuda Indonesia Group tercatat telah meneken kontrak kerja sama dengan rekan bisnis senilai 2,4 miliar dolar AS.

Di Singapore Airshow 2018, Garuda Indonesia Dapat Kontrak 2,4 Miliar Dolar AS dari 2 Proyek Ini
KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA
Mekanik tengah memeriksa pesawat Garuda Indonesia di salah satu hanggar Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (19/7/2017). 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Pihak PT Garuda Maintenance Facility ( GMF) Aero Asia Tbk bersama Garuda Indonesia Group tercatat telah meneken kontrak kerja sama dengan rekan bisnis senilai 2,4 miliar dolar AS.

Kontrak kerja sama ini terjalin selama perhelatan pameran kedirgantaraan terbesar di Asia, Singapore Airshow 2018 di Changi Exhibition Center.

"Kontrak ini untuk memantapkan beberapa kesepakatan kerja sama dengan mitra-mitra strategis dalam mengembangkan rencana ekspansi bisnis kami," kata Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto melalui keterangan tertulis, Selasa (13/2/2018).

Iwan menjelaskan kontrak 2,4 miliar dolar AS itu terbagi menjadi dua.

Pertama 1,7 miliar dollar AS yang berasal dari pendapatan perawatan pesawat oleh maskapai yang terafiliasi serta beberapa strategic partnership.

Bagian kedua, 700 juta dolar AS yang adalah sisanya, merupakan kontrak baru.

Selain membukukan kontrak 2,4 miliar dolar AS, GMF juga menandatangani kerja sama untuk ekspansi bisnisnya ke kawasan Timur Tengah dan Australia.

Baca: PENASARAN Anaknya Selalu Minta Dibawakan Bekal 2, Saat Tahu Alasannya Ibu Ini Justru Menangis

Baca: MENILIK Tradisi Mudik Imlek Terbesar Dunia: Jutaan Warga Cina Enggan Balik ke Ibukota Gegara 3 Hal

Menurut Iwan, hal itu dimungkinkan karena di kawasan tersebut terdapat potensi pasar perawatan pesawat yang tinggi, utamanya dalam bidang line maintenance.

"Dengan bermitra, kami harap dapat menyerap lebih besar lagi pasar perawatan pesawat dunia untuk pendapatan yang lebih besar lagi," tutur Iwan.

Langkah yang ditempuh GMF untuk mendukung ekspansi, salah satunya dengan mengajak instansi pendidikan dalam negeri bekerja sama untuk mencetak lulusan yang siap kerja.

Instansi pendidikan yang dimaksud di antaranya Politeknik Negeri Medan, Universitas Suryadharma, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Negeri Batam, dan Sekolah Tinggi Teknik Adisutjipto.

(kompas.com/Andri Donnal Putera)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help