Motion

Gemar Koleksi Kartu Pos dari Seluruh Dunia? Cobalah Gabung Komunitas Ini

Komunitas ini merupakan wadah bagi para pecinta surat-menyurat, terutama yang dikirimkan melalui kartu pos.

Gemar Koleksi Kartu Pos dari Seluruh Dunia? Cobalah Gabung Komunitas Ini
ISTIMEWA

Belajar Banyak Hal dari Negara Lain

UCY mulai bergabung di Komunitas Postcrossing Indonesia (KPI) sejak akhir 2015 lalu. Awalnya dia dimasukkan seorang teman ke grup KPI.

Dari postcrossing, saat ini Ucy sudah menerima lebih dari 500 kartu pos dari dalam dan luar negeri. Kebanyakan dari Rusia, Jerman, Amerika Serikat, selain itu juga ada dari negara-negara lainnya. Hampir semua benua, seperti Asia, Amerika, Eropa, Australia, Afrika, sudah dia miliki kartu posnya.

"Kartu pos pertama saya berasal dari USA. Bagaimana cara dapatnya? Saya masuk ke sebuah page di fb atas rekomendasi teman," kata Ucy.

Kemudian yang punya page memposting, kalau dia mau membagikan kartu pos gratis. Ucy lantas memberikan alamatnya. Tak berapa lama, kartu pos yang dinantipun, diterima.

"Setelah saya terima, kemudian saya mengirimkan kartu pos balasan, dan mereka menerimanya. Di postcrossing ini hanya untuk mengirim dan menerima kartu pos saja," ujarnya.

Ucy mengaku senang memiliki hobi mengumpulkan kartu pos, kendatipun saat ini penggunaannya sudah banyak ditinggalkan orang. Dikatakan, umumnya yang masih menggunakan kartu pos saat ini, memanglah mereka yang hobi mengumpulkan kartu pos-- saling berkirim dan menerima kartu pos dari sahabat pena dari dalam dan luar negeri.

"Saya senang memiliki hobi ini. Dengan kartu pos, kita bisa tahu banyak hal dari daerah lain atau negara lain," kata Ucy.

Kartu pos juga bisa sebagai media belajar untuk anak-anak. Lantaran gambar kartu pos tidak hanya gambar pemandangan. Tetapi juga ada gambar binatang, tanaman, alat transportasi, benda-benda angkasa, olahraga, makanan, alat musik, peta, orang-orang terkenal, dan sebagainya.

"Tema gambar di kartu pos bisa dijadikan media belajar untuk anak," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help