Home »

News

Tepian Zaman

Merinding! Pengakuan Perawat Khusus Kamar Mayat: Ini Membuatku Terjaga Sepanjang Malam!

Ada yang meninggal dengan normal, ada yang korban kecelakaan atau penjahat buronan dengan luka tembak di sekujur tubuh, dan bentuk yang lain

Merinding! Pengakuan Perawat Khusus Kamar Mayat: Ini Membuatku Terjaga Sepanjang Malam!
dailymail.co.uk
pengakuan perawat yang bekerja di ruang mayat 

"Bagi sebagian orang, pekerjaan ini menyeramkan dan tidak menyenangkan. Tapi kami di sini berperan untuk membantu orang-orang," kata Andrea.

Andrea juga harus mengendalikan emosi saat bekerja di kamar mayat.

Masalahnya, mereka tidak bekerja hanya menjaga mayat-mayat itu, menutupinya dengan kain dan menyimpannya di ruang-ruang penyimpanan khusus.

Seringkali mereka harus melakukan otopsi dan ini bukan hal yang menyenangkan untuk dilakukan.

"Mereka masuk ke ruangan ini dalam berbagai keadaan. Ada yang meninggal dengan normal, ada yang korban kecelakaan atau penjahat buronan dengan luka tembak di sekujur tubuh, dan bentuk yang lain,"

"Kami harus kuat dan profesional. Bagi kami, mereka tetap pasien yang harus diperlakukan dengan hormat dan sangat hati-hati," tambahnya.

Andrea dan timnya bisa melakukan otopsi antara tiga hingga sepuluh mayat dalam satu hari dengan waktu rata-rata otopsi 60 menit.

Orang-orang mungkin terkejut saat mengahui fakta bahwa perawat di ruang mayat juga berperan dalam proses otopsi.

Perawat harus menyiapkan mayat bagi para dokter dan ahli patologi dengan mengeluarkan organ-organ tubuh mayat, serta merekontruksi tubuh itu kembali setelah proses otopsi selesai.

"Ada kalanya kami melakukan rekontruksi yang lebih rinci, khususnya bagi mayat korban kecelakaan lalu lintas atau kebakaran yang tidak bisa dikenali oleh keluarganya," kata Andrea.

Halaman
123
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help