OTT Pungli PLN Karimun. Modusnya, Disuruh Pakai Meteran Bekas, Malah Didenda Rp 32 Juta

Seorang oknum pegawai PLN Rayon Tanjungbalai karimun ditangkap oleh Tim Saber Pungli Polres Karimun, Selasa (13/2/2018).

OTT Pungli PLN Karimun. Modusnya, Disuruh Pakai Meteran Bekas, Malah Didenda Rp 32 Juta
Oknum petugas PLN Tanjungbalai Karimun diperiksa Unit III setelah tertangkap OTT pungli, Selasa (13/2/2018). 

Selama dua tahun terakhir Ij tetap tenang dan terus membayar tagihan pemakaian listriknya setiap bulan.

Bahkan Ij juga sempat melakukan penambahan daya melalui Indra sebanyak dua kali, yakni dari enam ampere ke 10 ampere dengan biaya Rp 3,5 juta dan penambahan lagi ke 16 ampere dengan biaya Rp 3,5 juta.

"Jadi totalnya itu pasang Rp 5 juta sama tambah daya dua kali Rp 7 juta," kata Ij.

Namun sekira lima hari yang lalu, tiba-tiba seorang wanita yang mengaku dari PT PLN Persero Wilayah Riau dan Kepri Area Tanjungpinang mendatangi Ij.

Wanita tersebut mengatakan jika Ij telah melakukan pelanggaran karena menggunakan meteran atas nama orang lain.

Karena pelanggaran itu Ij harus membayar denda sebanyak Rp 32 juta atau meteran listrik di rumahnya dicopot.

Disebutkan Ij, sempat terjadi perdebatan antara dia dan wanita itu.

Bahkan Ij menyampaikan akan melaporkan apa yang dialaminya ke pihak kepolisian.

Namun wanita itu menantang Ij dengan mempersilakan membuat laporan polisi.

"Diminta uang sebanyak Rp 32 juta, kalau tidak listrik dicabut. Kalau kita tidak bayar bolehlah. Tapi kita kan bayar. Saya bilang saya laporkan ke polisi. Kata dia, laporkan saja," terang Ij lagi.

Selanjutnya, Indra kembali menyarankan agar permasalahan tidak perlu diperpanjang dengan cara Ij memasang kembali meteran yang baru dengan biaya Rp 15 juta.

Karena tidak mau listrik di rumahnya diputus, Indra kemudian membayarnya.

"Kepala PLN (Buru) yang lama itu bilang datangkan meteran. Saya disuruh bayar meteran baru bayar Rp 15 juta," ujar Ij. 

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved