KISAH Kapten Berdarah Samurai Bertekuk Lutut Tangisi Kejatuhan Suribachi

Belum pernah ada sebelumnya bahwa operasi pendaratan, sebuah pulau dihujani sedemikian rupa dengan ribuan ton bom.

KISAH Kapten Berdarah Samurai Bertekuk Lutut Tangisi Kejatuhan Suribachi
CNN
Perang Iwo Jima 

TRIBUNBATAM.id - Untuk meluluhkan pertahanan Jepang di Iwo Jima, maka sejak akhir November 1944 selama 74 hari berturut-turut, pesawat pembom B-29 dan B-24 dari Kepulauan Mariana ditambah pesawat kapal induk terus menerus menghajar pulau ini.

Menjelang hari pendaratan, pemboman Iwo Jima diperhebat lagi dengan tembakan dan meriam kapal-kapal perang Amerika.

Belum pernah ada sebelumnya bahwa operasi pendaratan, sebuah pulau dihujani sedemikian rupa dengan ribuan ton bom.

 
Namun bombardemen hebat itu tidak banyak berarti bagi 21 ribu pasukan Jepang yang berada di pulau kecil ini.

Paling mereka hanya terganggu tidurnya.

Pasalnya, berkat kecerdasan panglimanya, Letnan Tadamichi Kuribayashi, pasukan Jepang aman ditempatkan dalam kubu-kubu dan perlindungan lainnya.

Mereka juga dijadikan benteng pertahanan di bawah tanah lengkap dengan cadangan makanan, air, dan amunisi.

Kuribayashi yang pernah memperoleh latihan kavaleri di Texas tahun 1920-an, memutuskan tidak akan bertahan di pantai dan melarang pasukannya untuk melakukan serangan banzai atau serangan berani mati.

Kubu-kubu Jepang di Iwo Jima jumlahnya sekitar 800, sebagian besar dibuat di dalam sebuah gunung kecil yang tingginya hanya 200-an meter, Gunung Suribachi.

Gunung ini terletak di selatan Iwo Jima.

Halaman
1234
Editor: Rio Batubara
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help