Pasokan Daging Ayam Beku Mulai Langka di Anambas, Terungkap Pemicu Sebenarnya!

Pasokan stok daging ayam es serta daging sapi segar mulai sukar ditemukan di Anambas

Pasokan Daging Ayam Beku Mulai Langka di Anambas, Terungkap Pemicu Sebenarnya!
Tribunbatam/Septyan Mulia Rohman
Tim gabungan saat mengecek harga dan ketersediaan sembako di salahsatu toko yang ada di Tarempa Rabu (14/2/2018) 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-Tim terpadu kembali melakukan sidak ke sejumlah toko yang menjual kebutuhan pokok di Tarempa.

Tim yang terdiri dari Polres Anambas, Bulog, serta Dinas koperasi dan usaha mikro, perdagangan dan perindustrian Kabupaten Kepulauan Anambas ‎ini mendapati stok daging ayam beku (biasa dikenal ayam es) serta daging sapi segar mulai sukar ditemukan.

Baca: Terungkap! Siapa Lebih Kaya, Julianto Tio atau Ahok? Bandingkan Foto-foto Penampakan Rumah Mereka!

Baca: Inilah Keistimewaan Mobil Mewah Andalan Prabowo Subianto! Mengejutkan Harga Awal Belinya!

Baca: Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang Terungkap Pelakunya! Pemicunya Ternyata Kredit Mobil!

Baca: Inilah 8 Trik Beli Tiket Pesawat Bocoran Orang Dalam! Nomor 4 Paling Mengejutkan!

Baca: Sulap Bekas Tambang Bauksit Dompak Jadi Kebun, Pak Ketimun Cs Bikin Gubernur Nurdin Penasaran!

Menghilangnya ayam es dari pasaran, dikarenakan belum datangnya kapal angkut yang biasa datang ke Anambas menggunakan kapal Tol Laut. Dari penuturan pedagang,

harga daging ayam es biasa dijual dengan harga antara Rp 35 ribu sampai 38 ribu per kilogramnya. Sementara, daging sapi segar biasa dijual dengan harga Rp 150 ribu per kilogramnya.

"Dari penelusuran ke sejumlah toko dan kedai, daging ayam yang tidak ada, tidak sampai satu minggu. Begitu juga dengan daging sapi segar," ujar Kasat Reskrim Polres Anambas AKP Ferry Kuswanto Rabu (14/2/2018).

‎Ketersediaan beras, serta harga bahan pokok lainnya juga menjadi perhatian tim terpadu. Selain mengecek harga barang, ketersediaan barang kebutuhan pokok menjelang imlek juga menjadi perhatian pihaknya untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan dan lonjakan harga secara signifikan.

"‎Sidak yang dilakukan dalam rangka mengecek harga dan ketersediaan bahan pokok, khususnya menjelang imlek. Tim ingin agar ketersediaan barang tetap tersedia, meski menjelang libur imlek," ungkapnya.

Oktria salahseorang staf Disperindag mengatakan, belum ada kenaikan harga barang pokok secara signifikan dari sejumlah toko. Ia mencontohkan seperti harga telur ayam yang masih dijual dengan harga Rp 220 ribu per ikatnya.

"Harganya cenderung stabil. Seperti gula, telur ayam," ujarnya usai meninjau Toko Citra Mandiri di Tarempa. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved