Korupsi Proyek KTP Elektronik

Hakim Kesal pada Nazaruddin: Dulu Saudara Jawab Tegas, Giliran Di Depan Setya Novanto, Lupa

Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta dibuat kesal dengan ulah‎ mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Hakim Kesal pada Nazaruddin: Dulu Saudara Jawab Tegas, Giliran Di Depan Setya Novanto, Lupa
Warta Kota/henry lopulalan
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta dibuat kesal dengan ulah‎ mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Soalnya, dia mendadak lupa ketika dikonfirmasi majelis hakim soal bagi-bagi uang proyek e-KTP di ruang kerja Setya Novanto yang saat itu menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar.

Nazaruddin juga lupa saat ditanya hakim soal peran Setya Novanto dalam proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu.

Nazaruddin dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan Setya Novanto selaku terdakwa korupsi e-KTP, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/2/2018).

Awalnya hakim membacakan keterangan Nazaruddin yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat proses penyidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal realisasi jatah untuk anggota DPR.

"Terhadap realisasi keuntungan sebesar Rp 2,5 triliun sebagai keuntungan, untuk DPR RI dilakukan di ruang Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto di lantai 12 gedung DPR, di ruangan Ignatius Mulyono, di ruang kerja Chairuman Harahap, di ruangan Mustokoweni. Ini gimana keterangan saudara?" kata hakim.

"Lupa yang mulia," jawab Nazaruddin.

"Benar enggak, keterangan saudara yang saya baca ini?" cecar hakim.

"Lupa," ujar Nazaruddin.

Halaman
123
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved