Pasokan Beras Medium Kosong. Disperindag Berharap Kepri Dapat Perhatian Khusus

Burhanuddin mengatakan, gubernur Kepri H Nurdin Basirun menginginkan Kepri sebagai daerah perbatasan mendapat perhatian khusus

Pasokan Beras Medium Kosong. Disperindag Berharap Kepri Dapat Perhatian Khusus
WARTAKOTA
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Pasokan beras medium di Kepri sedang kosong belakangan ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri Burhanuddin menyebutkan, beras medium yang beredar di pasaran hanya ada beras Bulog Medium (Luar Negeri).

"Harga berasnya Rp 9.950 per kilogram," ungkap Burhanuddin kepada Tribun, Selasa (20/2) pagi.

Baca: Warga Tanjungpinang Diminta Tetap Bersatu Meski Beda Pilihan dalam Pemilihan Wali Kota

Baca: HEBOH! Justin Bieber Ngambek. Tepis Kamera Artis Indonesia Ini Saat Berusaha Menyapanya

Baca: Soal Tarif Logistik Batam-Singapura. Ini yang Akan Dilakukan Kantor Pelabuhan BP Batam

Selain beras medium, ada beberapa merek beras premium yang dipasarkan di Kepri.

Misalnya, Ayam Merak, Gajah Merah, Padang Raya dan Kalajengking.

"Kalau harga beras premium berkisar antara Rp 12.000 sampai Rp 14.000," ungkap Burhanuddin lagi.

Burhanuddin mengatakan, gubernur Kepri H Nurdin Basirun menginginkan Kepri sebagai daerah perbatasan mendapat perhatian khusus.

Sebab, selama ini rantai pasokan kebutuhan pokok berasal dari berbagai daerah lain termasuk dari luar negeri.

"Dengan demikian, Kepri sebagai pemakai bukan penghasil sangat bergantung dari daerah lain sehingga kami tidak bisa mengawasi harga secara maksimal," kata Burhanuddin.

Menurut Burhanuddin, pemerintah pusat sudah menetapkan harga eceran tertinggi. Namun, inflasi sulit terjaga sehingga berdampak pada harga kebutuhan pokok di beberapa daerah di Kepri.

"Pemerintah Kota Batam dan Tanjungpinang sangat menginginkan agar Kepri mendapat perlakuan khusus soal bahan pokok ini," ungkap Burhanuddin.

Demi mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah provinsi Kepri akan menggelar rapat terbatas dengan para bupati, wali kota dan BP Kawasan.(tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved