Pengusutan Korupsi UMRAH Belum Usai, Polda Kepri Selidiki Dua Proyek Lain

Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Ponco Indriyo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dua proyek lainnya.

Pengusutan Korupsi UMRAH Belum Usai, Polda Kepri Selidiki Dua Proyek Lain
Suasana sidang kasus korupsi UMRAH, Rabu (21/2/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Polda Kepri sudah tetapkan empat tersangka atas kasus dugaan korupsi pengadaan sistem akademik di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.

Kasus tersebut bahkan sudah masuk persidangan di PN Tipikor Tanjungpinang dan keempatnya sudah menjadi terdakwa.

Kendati demikian, penyidik masih mengincar dua proyek lain yang dianggarkan bersamaan dengan anggaran sistem akademik tersebut tahun 2015.

Baca: PWI dan AJI Apresiasi Dirpam BP Batam Cabut Laporan Polisi

Baca: Demam Bu Dendy Sawer Pelakor, Video Netizen Ini Dijamin Bikin Ngakak!

Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Ponco Indriyo mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan terhadap dua proyek lainnya.

Dua proyek ini pendanannya bersamaan dengan proyek pengadaan sistem akademik.

Secara keseluruhan dana yang dikucurkan untuk proyek tersebut, melalui dana APBN tahun 2015 sebesar Rp 100 milliar.

"Tiga proyek ini merupakan program untuk meningkatkan mutu kualitas pendidikan di Umrah. Kami masih melakukan pemeriksaan lanjutan," kata Ponco, Rabu (21/2/2018).

Penyidik sudah meminta keterangan dari puluhan saksi atas dugaan kasus korupsi Umrah.

Saksi-saksi yang dimintai keterangan adalah orang-orang yang mengetahui tentang pengadaan melalui APBN 2015.

"Pemeriksaan sambil jalan saja," ujarnya.

Dari informasi berhasil dihimpun TRIBUNBATAM.id, dua proyek tersebut adalah pengadaan barang sarana dan prasarana untuk studi kemaritiman dan barang sarana serta prasarana untuk studi alternatif daerah kepulauan.

Pengadaan barang sarana dan prasarana untuk studi kemaritiman diketahui menelan dana Rp 40 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh PT KI.

Kemudian, proyek pengadaan barang sarana dan prasarana untuk studi alternatif daerah kepulauan menelan dana sebesar Rp 30 miliar. Proyek kedua dikerjakan oleh PT AIT. 

Penulis: Efendi Wardoyo
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved