Home »

Bisnis

» Makro

Ekonomi Infrastruktur Jokowi Tahun Ini Diprediksi Melambat karena Masalah Biaya

Pemerintah perlu melihat kemampuan dari kas negara dalam membiayai pembangunan infrastruktur nasional terlebih rasio pajak di Indonesia masih rendah.

Ekonomi Infrastruktur Jokowi Tahun Ini Diprediksi Melambat karena Masalah Biaya
Hilda B Alexander/Kompas.com
ilustrasi. Badan Pengembangan dan Penelitian (BAlitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan teknologi pemanfaatan sampah plastik untuk material pembangunan infrastruktur jalan. Uji coba perdana aspal plastik ini dilakukan di Kampus Universitas Udayana, Bali, Sabtu (29/7/2017). 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Head of Economic & Research PT United Overseas Bank ( UOB) Enrico Tanuwidjaja, mengatakan, pilihan pemerintah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di Indonesia sudah cukup tepat.

Akan tetapi, Enrico melihat, pemerintah perlu melihat kemampuan dari kas negara dalam membiayai pembangunan infrastruktur nasional terlebih rasio pajak di Indonesia masih rendah.

"Kami lihat masih banyak program (infrastuktur) belum rampung dan tahun 2018 akan tetap menjadi proyek kesayangan presiden Joko Widodo, tapi mungkin akan melambat sedikit karena ada hubungannya soal pendanaan," ungkap Enrico saat media gathering UOB di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Menurutnya, hal tersebut akan menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menggenjot pembangunan infrastruktur.

Salah satu yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah rasio pajak di Indonesia yang masih rendah.

Baca: Ini Rincian Tunjangan untuk Hakim Pengadilan Pajak, Besarnya Capai Puluhan Juta per Bulan

Baca: Hari Ini Rupiah Jatuh ke Posisi Terendah 2 Tahun Terakhir, Harga SUN pun Turun. Ini Penyebabnya

"Ini namanya tantangan, memang ada risiko, kita lihat saja tax rasionya dari 2010 selalu di bawah 12 persen. Rata-rata negara Asia tax rasio sudah 15 persen, kita dibawah karena masih banyak sektor informal dan belum menjadi tax base," ungkap Enrico.

Dalam mendorong pembiayaan bagi proyek infrastruktur, Enrico menegaskan, pemerintah perlu meningkatkan rasio pajak di Indonesia.

"Jadi kami lihat selama tahun kebelakang tax rasio masih terbilang rendah dan ini yang harus diperbaiki, dan nantinya pendanaan infrastruktur akan lebih baik dan lebih cepat," paparnya.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help