Terungkap! Begini Kondisi Perekonomian Karimun Sejak Ada Penertiban Kebijakan Impor Juli 2017

“Ekspor impor kurang masuk di Karimun karena ada larangan dari pusat. Untuk bahan pokok, khususnya beras tidak sesuai kebutuhan," kata Yosli

Terungkap! Begini Kondisi Perekonomian Karimun Sejak Ada Penertiban Kebijakan Impor Juli 2017
TRIBUN BATAM/ISTIMEWA
Bupati Karimun Aunur Rafiq menggelar rapat sinergitas perkembangan ekonomi di rumah dinas. Rapat tersebut turut dihadiri Kakanwil Khusus IV DJBC Kepri, Rusman Hadi (dua dari kanan) 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN — Bupati Karimun Aunur Rafiq menggelar rapat sinergitas perkembangan ekonomi di rumah dinas Bupati Karimun, Rabu (21/2/2018).

Rapat dihadiri Kakanwil Khusus IV Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepri, Rusman Hadi, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, perwakilan FKPD serta para pelaku ekonomi yang ada di Kabupaten Karimun.

Para pelaku ekonomi kepada Rafiq mengatakan sejak diberlakukannya penertiban ekspor-impor pada 12 Juli 2017 oleh pemerintah pusat, proses pemenuhan kebutuhan bahan pokok masyarakat Karimun menjadi terhambat.

Baca: Bersandi Operasi Gagak, Belanda Gagal Bunuh Presiden Soekarno! Inilah Kehebatan Bung Karno!

Baca: Hari Ini Rupiah Jatuh ke Posisi Terendah 2 Tahun Terakhir, Harga SUN pun Turun. Ini Penyebabnya

Baca: Heboh! Misteri Gerbang Neraka Romawi Kuno Terkenal Mematikan Terungkap! Mengejutkan Penampakannya!

Kadis Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun Muhammad Yosli dalam pemaparan menyebutkan bahwa fakta di lapangan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara ketersediaan bahan pokok dengan tingkat kebutuhan masyarakat Karimun.

“Ekspor impor kurang masuk di Karimun karena ada larangan dari pusat. Untuk bahan pokok, khususnya beras tidak sesuai kebutuhan," kata Yosli.

Dikatakannya selama ini, untuk menutupi kekurangan bahan pokok, para pelaku ekonomi mengambil barang dari kota atau daerah lain.

Namun, cara ini masih menimbulkan kendala harga dan kualitas bahan pokok impor lebih baik dari produk dalam negeri.

Halaman
123
Penulis: Rachta Yahya
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved