Kepri Jadi Tempat Persembunyian Sementara Belasan Teroris Sebelum ke Malaysia dan Singapura

Belasan pelaku teroris memanfaatkan jalur wilayah Kepri sebagai tempat persembunyian sementara dan lintasan menuju Singapura dan Malaysia.

Kepri Jadi Tempat Persembunyian Sementara Belasan Teroris Sebelum ke Malaysia dan Singapura
TRIBUNBATAM/ROMA ULY SIANTURI
Kepala Imigrasi Batam, Lucky Agung Winarto dengan Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo (kanan) di Kantor Imigrasi Kota Batam 

TRIBUNBATAM.ID, BATAM- Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Batam Lucky Agung Binarto mengungkapkan, sepanjang tahun 2017 belasan pelaku teroris memanfaatkan jalur wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), khususnya Kota Batam sebagai tempat persembunyian sementara dan lintasan menuju Negara Singapura dan Malaysia.

Data tersebut, kata Lucky didapat dari sistem deteksi untuk cegah tangkal yang terhubung langsung ke Interpol

"Di imigrasi ada sistem deteksi untuk cegah tangkal. Dan data terhubung langsung ke Interpol," kata Lucky, usai menghadiri rapat kunjungan Kepala Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius, di Mapolda Kepri, Kamis (22/2/2018).

Lucky mengatakan, saat ini di setiap pelabuhan Internasional yang ada di seluruh Provinsi Kepri dan Kota Batam khususnya, sudah tersedia alat deteksi signal awal pemberitahuan (alert sistem).

Signal tersebut secara otomatis bisa terhubung langsung dengan sistem Interpol.

Sehingga secara langsung bisa mendeteksi siapa saja pelaku teroris yang sudah terdaftar di sistem Interpol.

Baca: Ternyata Bukan Terkait Teroris Pria Ini Nekat Tabrakan SUV Putih ke Kerumunan Massa, Melainkan . . .

Baca: Aksi Koboi Teroris di Kairo, Mesir, 9 Orang Tewas Diberondong di Jalanan

"Kebetulan Imigrasi terhubung, jadi kalau ditemukan orang-orang yang termasuk dalam daftar jaringan teroris akan kita koordinasikan dengan pihak Kepolisian," ujar Lucky.

Dikatakan Lucky, untuk tahun 2018 ini, berdasarkan dari sistem cegah tangkal dan alert system yang sudah terpasang di Pelabuhan-pelabuhan, sejauh ini belum ada terdeteksi nama-nama ataupun wajah pelaku yang ada dalam daftar Interpol.

Namun ujar Lucky, dalam mencegah rawannya pelabuhan Internasional yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan.

"Tahun 2018 ini belum, kalau kita temukan akan langsung kita koordinasikan dengan pihak kepolisian," ujarnya. (*)

Baca berita terkait di Harian Tribun Batam edisi Sabtu (23/2/2018).

Penulis: Efendi Wardoyo
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help