Hangout

Ingin Nikmati Sensasi Baca Buku di Atas Rumah Pohon? Di Sini Tempatnya!

Berada di lahan datar, ada beberapa pondok berkayu di atas pohon yang cukup besar. Dan kita sering sebut rumah pohon.

Ingin Nikmati Sensasi Baca Buku di Atas Rumah Pohon? Di Sini Tempatnya!
TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI

Dan di rumah pohon yang lain, ukuran lebih besar. Kamu bisa duduk secara lesehan atau di kursi bahkan di sana ada rak-rak buku, dan buku juga lumayan banyak. Beraneka ragam jenis buku di raknya. Mulai buku fiksi hingga non fiksi.

Rumah pohon
Rumah pohon (TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI)

Pernak pernik yang ada akan membuat tempat ini menjadi tambah bagus. Warna yang cerah-cerah, hingga kesan vintage dari barang-barangnya. (*)

Cocok untuk Foto Pre Wedding

SETELAH dibuka untuk umum beberapa waktu lalu, Roemah Pohon mulai dikenal di Instagram. Dari yang awalnya hanya ingin dijadikan tempat bersantai dengan sesama teman yang suka seni, Roemah Pohon justru dibanjiri pengunjung yang ingin berfoto-foto.

"Rumah pohon ini awalnya iseng aja, ingin jadi tempat santai pada 2013 lalu, terus baru-baru ini baru bangun lagi. Jadi iseng bikin acara, malahan jadi ramai yang datang," kata Cicak, pemilik instagram @rangkacicak, selaku admin Roemah Pohon.

Luas di Roemah Pohon sendiri sekitar dua kali luas lapangan bola. Untuk biaya masuk sampai saat ini tidak terkena biaya masuk atau terkena cas karena foto-foto. Bahkan dari pihak pengelola juga mengizinkan bagi siapapun yang ingin datang dan berfoto, karena tempat ini dibuka 24 jam lamanya.

"Paling yang kami kenakan biaya tambahan kalau ada yang mau foto untuk buku tahunan atau pre-wedding. Atau mau buat acara lain di sini juga boleh. Selagi itu masih positif," kata Wahyu, pemilik akun instagram @dharma, admin Roemah Pohon.

Tidak sebatas itu, mereka juga menerima kegiatan bermalam atau kemping. Untuk tenda juga disediakan, ada yang muat untuk 12 orang, dua orang, hingga tiga sampai empat orang di dalam tendanya.

"Pohon ini sudah berusia sekitar 20 tahun. Karena suka sama membaca dan hal vintage, jadi barang-barang ini koleksi sendiri ada juga yang dikasih orang," kata Cicak.

Ke depannya Roemah Pohon akan membangun coffee shop tetapi dengan konsep yang lebih santai lagi. Untuk biaya masuk tidak ada, hanya saja dari menjual coffee shop akan mendapatkan biaya untuk kebersihan, pengamanan, dan perawatan rumah pohon sendiri. Bagi Anda yang minat datang ke Roemah Pohon, bisa cari di google map saja. (*)

Penulis: Andriani Mona
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help