Mellennial

Ingin Kritik Kampus Atau Pemerintah? Perhatikan 4 Hal Penting Berikut Ini

Bukan hal yang aneh memang melihat mahasiswa melakukan unjuk rasa mengkritik negara bahkan kampusnya sendiri.

Ingin Kritik Kampus Atau Pemerintah? Perhatikan 4 Hal Penting Berikut Ini
ISTIMEWA

GUYS, selama ini kita udah familiar banget ya dengan berbagai aksi yang dilakukan oleh mahasiswa untuk menyampaikan pendapatnya. Ada banyak cara yang dipilih. Mulai demo, membuka forum, diskusi, dan sebagainya.

Mellennials pasti juga ingat dengan Zaadit Taqwa, ketua BEM di Univeristas Indonesia dengan aksinya menunjukkan buku kuning kepada Joko Widodo saat memberikan pidato dalam acara dies natalis ke-68 di Universitas Indonesia.

Dan aksi yang ditujukan olehnya karena salah satu masalah gizi buruk yang ada di Papua.

Tidak hanya berhenti sampai di situ, beberapa hari yang lalu, mahasiswa Univeristas Maritim Raja Ali Haji juga mengemukakan pendapat untuk kampusnya sendiri, dan mereka melakukan aksi unjuk rasa untuk dugaan korupsi di kampus tersebut.

Bukan hal yang aneh memang melihat mahasiswa melakukan unjuk rasa mengkritik negara bahkan kampusnya sendiri. Lalu, seberapa penting pendapat mahasiswa didengar? Dan bagaimana cara terbaik seorang mahasiswa dalam mengemukakan pendapatnya?

Muthia, mahasiswi semester tujuh jurusan manajemen Universitas Ibnu Sina mengatakan, menurut dia, suara mahasiswa juga layak didengar mengingat banyak mahasiswa yang memiliki ide dan pemikiran yang bisa membuat kampus atau negara menjadi lebih maju.

Tak beda dengan Muthia, Fatimah, mahasiswi semester empat jurusan hukum Universitas International Batam juga mendukung pentingnya mendengar suara mahasiswa. Apalagi jika mahasiswa tersebut menjadi pihak yang mengalami, mengetahui, dan merasakan sistem di kampus dan negaranya. Dan mereka peka terhadap hal baik buruk yang terjadi.

Pentingnya mendengar suara mahasiswa dibenarkan oleh Desma Yulia MPd., Kepala Prodi Jurusan Pendidikan Sejarah di Universitas Riau Kepulauan (Unrika).

Menurutnya, mahasiswa adalah agen perubahan bagi lingkungan sekitarnya. Mahasiswa juga disebut sebagai pemuda penggerak bangsa yang bertugas mencari solusi untuk kemajuan negaranya.

"Jika melihat dari sejarahnya, Soekarno pernah mengatakan “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia". Jadi, sebenarnya mahasiswa bukan hanya sekadar peserta didik tetapi juga sekaligus mencari solusi di negara ini," ujar Desma.

Halaman
12
Penulis: Andriani Mona
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help