Kasus Stikom IGA Tanjungpinang, Hakim Vonis Terdakwa 3 Tahun Penjara! Meca Pikir-pikir!

Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana Hibah Kementrian pendidikan Tinggi (Kemendikti) melalui APBN

Kasus Stikom IGA Tanjungpinang, Hakim Vonis Terdakwa 3 Tahun Penjara! Meca Pikir-pikir!
tribunbatam/wahib waffa
Ilustrasi. Sidang tuntutan kasus hibah Stikom IGA dengan terdakwa Meca Rahmadi, Selasa (30/1/2018) 

TRIBUNBATAM.Id, TANJUNGPINANG-Majelis Hakim Tipikor Tanjungpinang memberikan vonis penjara terdakwa kasus korupsi ketua Stikom IGA Tanjungpinang, Meca Rahmadi penjara 3 tahun.

Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana Hibah Kementrian pendidikan Tinggi (Kemendikti) melalui APBN.

Dalam putusanya ini, Hakim memberikan keringanan dari tuntutan yang sebelumnya diajukan oleh Jaksa penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungpinang yang menuntutnya penjara selama 3 tahun enam bulan penjara yang dibacakan Jaksa Kejari Tanjungpinang Gustian Juanda Putra.

Baca: Heboh! Juwita Bongkar Hubungan Kekasihnya dengan Anisa Bahar! Mengejutkan Pengakuannya!

Baca: Sekdaprov Kepri Acara Ngunduh Mantu di Pinang, Tetamu Gunjingkan Kalung Sang Istri!

Baca: Penangkapan Kapal MV Fu Yu, Terungkap Kapal 4 Kali Ganti Nama! Modus Kelabui Petugas?

Baca: Mengerikan! Inilah 6 Fakta Mengejutkan Pembunuhan Korbannya Dicor di Bak Kamar Mandi!

Baca: Terungkap! Inilah 3 Ramuan Alami Penurun Asam Urat! Nomor 3 Paling Mengejutkan!

"Secara sah dan meyakinkan terdakwa terbukti bersalah dengan menghukum terdakwa Meca Rahmadi dengan kurungan penjara 3 tahun, Denda senilai 50 juta rupiah serta subsider kurungan 1 bulan penjara," kata ketua majelis Hakim Eduart Sihaloho SH MH didampingi dua hakim anggota Corpioner dan Joni Gultom, Senin (26/2/2018).

Berdasarkan fakta selama persidangan berlangsung dari mulai keterangan terdakwa, saksi-saksi hingga alat bukti yang diajukan dalam persidangan, Meca terbukti melanggar pasal 3 Undang-undang Tipikor junto pasal 18 tentang kerugian negara yang harus diganti oleh terdakwa.

"Terdakwa juga dikenakan uang pengganti sebanyak Rp 705 juta yang merupakan kerugian negara," kata Hakim lagi.

Untuk uang pengganti sendiri, terdakwa sebelumnya dalam telah mengembalikan Rp 25 juta dari total seluruh kerugian negara senilai Rp 730 juta. ‎Selanjutnya, jika sekurang-kurangnya dalam batas waktu 1 bulan terdakwa tidak mampu membayar kerugian negara maka aset milik terdakwa akan disita.

Jika aset terdakwa tidak mencukupi untuk mengganti kerugian negara, maka terdakwa akan diganti dengan kurungan penjara setidaknya selama satu tahun setengah. Mendengan putusan tersebut, para pihak baik JPU mapun terdakwa menyatakan masih pikir-pikir selama 7 hari untuk menerima atau tidak menerima putusan hakim.

Kasus ini sebelumnya diungkap oleh Polres Tanjungpinang setelah diketahui adanya pengadaan barang yang diduga fiktif sesuai isi proposal yang diajukan atau tidak sesuai dengan keperuntukanya pada tahun anggaran 2013.(*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved