Ricuh Protes Pengurangan Jatah Makan, 11 Pengungsi Rwanda Terbunuh

Badan Pengungsi PBB (UNHCR), pada Senin (26/2/2018), mengumumkan korban tewas dalam aksi demonstrasi meningkat menjadi 11 orang pengungsi tewas.

Ricuh Protes Pengurangan Jatah Makan, 11 Pengungsi Rwanda Terbunuh
REUTERS/AFRICA NEWS via kompas.com
Pengungsi asal Kongo menunggu pemberian bantuan pangan di salah satu pos penampungan di Rwanda. 

TRIBUNBATAM.id, KIGALI - Setidaknya 11 orang dilaporkan menjadi korban tewas dalam kericuhan yang terjadi akibat aksi demonstrasi para pengungsi yang memprotes pengurangan jatah bantuan pangan.

Jumlah korban tewas dari laporan awal polisi sebanyak lima orang pengungsi Kongo akibat kerusuhan pada Kamis (22/2/2018) pekan lalu.

Sementara 20 orang lainnya, mengalami cedera.

Namun, Badan Pengungsi PBB (UNHCR), pada Senin (26/2/2018), mengumumkan korban tewas dalam aksi demonstrasi meningkat menjadi 11 orang pengungsi tewas.

Menurut UNHCR, para pengungsi tewas akibat tembakan petugas kepolisian yang ingin membubarkan aksi di dua lokasi.

Baca: Sindikat Narkoba 3 Negara Ini Gencar Serbu Indonesia, Permintaan Terus Naik, Hukum Bisa Dibeli

Baca: Untuk Perangi Narkoba, Haruskan Indonesia Sebrutal Filipina? Ini Analisisnya

"Tragedi ini seharusnya dapat dihindari karena penggunaan kekuatan yang tidak seimbang terhadap para pengungsi jelas tidak dapat diterima," kata Daniela Ionita, petugas hubungan eksternal UNHCR dikutip AFP.

"UNHCR telah meminta kepada pihak berwenang untuk tidak lagi menggunakan kekerasan terhadap pengungsi dan untuk segera dilakukan penyelidikan atas kejadian ini," tambahnya.

Selain korban tewas dari kelompok pengungsi, juga banyak yang menjadi korban luka, baik dari pengungsi, polisi, maupun petugas UNHCR.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help