Polri Tangkap Kapal Mewah Rp 3,5 Triliun di Bali. Diduga Hasil Pencucian Uang Korupsi di Malaysia

Bareskrim Mabes Polri menyita sebuah kapal pesiar mewah di perairan Laut Bali, dugaan kapal pesiar tersebut hasil pencucian uang.

Polri Tangkap Kapal Mewah Rp 3,5 Triliun di Bali. Diduga Hasil Pencucian Uang Korupsi di Malaysia
Tribun Bali
Kapal pesiar Equanimity yang ditahan Mabes Polri perairan Tanjung Benoa, Bali, Rabu (28/2/2018). 

TRIBUNBATAM.ID, DENPASAR – Bareskrim Mabes Polri menyita sebuah kapal pesiar mewah di perairan Laut Bali, dugaan kapal pesiar tersebut hasil pencucian uang.

Penangkapan tersebut dilakukan Tim Bareskrim Polri bersama FBI di tengah laut perairan Benoa, Bali.

Hal ini disampaikan Wadir Tipideksus Bareskrim Polri, Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga Rabu (28/2/2018).

“Masuk ke Indonesia sekira sejak November 2017 lalu. Nilai kapal pesiar tersebut mencapai 250 juta USD atau jika dirupiahkan 3,5 triliun. Kapal itu diduga hasil pencucian uang di Amerika Serikat,” jelasnya.

Kapal pesiar sepanjang 100 meter tersebut hanya berisikan anak buah kapal (ABK) sebanyak 34 orang.

Kapal tersebut bernama Equanimity, diduga hasil pencucian uang terkait korupsi di Malaysia.

Menurut Reuter5s, kapal tersebut merupakan barang bukti yang dicari oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) sebagai bagian dari penyelidikan korupsi multi-miliar dolar korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Seperti diketahuoi, sebanyak 4,5 miliar dolar AS dana yang dihimpun dalam 1MDB disalahgunakan oleh pejabat tingkat tinggi dan sejumlah pengusaha jaringan tertentu di Malaysia.

Kasus 1MDB kemudian menjadi objek penyelidikan pencucian uang di setidaknya enam negara, termasuk Amerika Serikat, Swiss dan Singapura.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mendirikan 1MDB pada tahun 2009 dan menjabat sebagai ketua dewan penasehatnya sampai tahun lalu.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved