700 Gereja dan 1 Masjid di Rwanda Ditutup Gegara Dianggap Sebabkan Polusi Suara

Gegara dianggap tidak memenuhi peraturan keselamatan dan polusi suara, lebih dari 700 gereja ditutup di Rwanda.

700 Gereja dan 1 Masjid di Rwanda Ditutup Gegara Dianggap Sebabkan Polusi Suara
via bbc indonesia
Banyak gereja yang berkegiatan di bangunan kecil di Rwanda ditutup, seperti Gereja Bethlehem ini. 

Sebagian besar warga Rwanda merupakan pemeluk Kristen namun juga masih melaksanakan tradisi budaya. Foto: AFP via bbc indonesia. 

Para pengkhotbah gereja juga dikritik karena menggunakan sistem pengeras suara untuk menarik agar jemaat datang ke gerejanya.

Seorang pejabat pemerintah, Justus Kangwagye, mengatakan kepada BBC Focus Africa, bahwa mereka hanya meminta agar gereja-gereja memenuhi 'persyaratan tertentu'.

Sejumlah bangunan gereja, tambahnya, membuat para jemaat menghdapi risiko keselamatan yang tidak perlu.

Baca: Tipu Uang Gereja Rp 492 M, Bendahara City Harvest Ditangkap Saat Hendak Larikan Diri dari Singapura

Baca: Jual Rokok tanpa Bayar Pajak, Pria Singapura Ini Dipenjara 4,2 Tahun dan Denda Rp 110 Miliar

Langkah penutupan ratusan gereja tersebut dilakukan oleh pemerintah lokal masing-masing dengan dukungan Badan Pemerintah Rwanda, menurut surat kabar Rwanda New Times.

Dalam pernyataan sebelumnya, Badan Pemerintah Rwanda mengatakan sekitar 700 gereja beroperasi secara gelap.

Mayoritas warga Rwanda memeluk agama Kristen namun banyak juga yang masih mengikuti tradisi budayanya. (bbc indonesia)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved