Ibu Korban Pemerkosaan: Anak Saya Trauma dan Tak Mau Sekolah Lagi

Indrawati, ibu korban pemerkosaan Fk (12) pada April 2017 lalu, meminta hakim menghukum pelaku seberat-beratnya

Ibu Korban Pemerkosaan: Anak Saya Trauma dan Tak Mau Sekolah Lagi
majhapaper
ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, INDRALAYA - Indrawati, ibu korban pemerkosaan Fk (12) pada April 2017 lalu, meminta hakim menghukum pelaku seberat-beratnya.

Warga Desa Jagolano, Kecamatan Tanjung Raja, Ogan Ilir, Sumatera Selatan ini khawatir pelaku dihukum ringan, bahkan bebas.

Ditemui di rumah kontrakannya, Rabu (28/2/2018) petang, Indrawati terlihat kuyuh dan lelah.

Baca: 3 Cara Bersenang-senang di Tengah Gelombang Dingin yang Hantam Eropa dan Tewaskan Puluhan Orang

Baca: Saran Anggota DPRD Batam untuk Tim Saber Pungli: Siapkan Hotline dan Respon Laporan Warga

Baca: BREAKINGNEWS. BNN Kepri Musnahkan 7.174 Gram Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi

Ia menceritakan kasus yang menimpa anak perempuannya yang diperkosa anak gurunya.

Ia mengaku akan terus berjuang menuntut keadilan.

“Anak saya masih trauma dan tidak mau sekolah lagi. Ia juga sekarang jarang pulang dan lebih suka di rumah neneknya atau temannya.

Saya berharap hakim menggunakan hati nurani dan menghukum pelaku seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya,” ujar Indrawati dengan tatapan kosong.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved